Cara kita memandang nutrisi sedang berubah. Bukan lagi soal aturan ketat atau tren sesaat, melainkan tentang bagaimana tubuh benar-benar bekerja dan apa yang dibutuhkannya. Di tengah rutinitas yang makin padat, banyak orang mulai memilih pendekatan yang lebih personal, berbasis sains, dan bisa diterapkan dalam keseharian, mulai dari apa yang dimakan, cara berolahraga, hingga bagaimana tubuh dipulihkan setelah lelah.
Perubahan ini juga terasa nyata di Indonesia. Survei Asia Pacific Health and Economic Empowerment 2025 menunjukkan, semakin banyak masyarakat yang optimistis dan percaya diri untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Memasuki 2026, pilihan-pilihan yang mendukung pencernaan, kesehatan mental, kekuatan fisik, hingga kejernihan pikiran diprediksi akan membentuk arah baru gaya hidup sehat, lebih sadar, lebih relevan, dan selaras dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
Dr. Krissy Ladner, Director of Sports Performance, Nutrition and Education di Herbalife, menyatakan, “Tahun 2026 akan dipandu oleh pilihan-pilihan yang mendukung kesehatan pencernaan, pengelolaan stres, kekuatan fisik, kejernihan mental, serta pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan tubuh. Inilah enam tema kesehatan yang akan memengaruhi cara masyarakat makan, berlatih, dan memulihkan diri pada tahun ini.”
Kesehatan pencernaan semakin menjadi fondasi utama dalam nutrisi harian. Semakin banyak orang menambahkan makanan tinggi serat serta suplemen seperti gandum utuh, kacang-kacangan, sayuran, beri, dan campuran serat sederhana untuk mendukung pencernaan, rasa kenyang, serta energi yang stabil sepanjang hari.
Kembalinya fokus pada nutrisi dasar ini mencerminkan minat yang lebih luas terhadap makanan yang membantu keteraturan pencernaan, pengendalian nafsu makan, dan keseimbangan sistem pencernaan secara keseluruhan.
2. Dukungan untuk Kesehatan Mental dan Manajemen StresKonsumen semakin memperhatikan pola makan dan suplemen untuk membantu mengelola stres, meningkatkan fokus, dan menjaga keseimbangan mental sepanjang hari. Makanan yang kaya akan omega-3, magnesium, vitamin B, kolin, serta antioksidan semakin diminati. Di saat yang sama, banyak orang juga mulai mengurangi konsumsi alkohol demi mendukung kondisi tubuh yang lebih segar di pagi hari dan energi yang lebih konsisten.
Selain nutrisi, aktivitas pereda stres seperti yoga, berjalan kaki, meditasi, dan olahraga ringan menjadi bagian dari rutinitas harian. Pada tahun 2026, upaya mendukung kejernihan mental melalui pola makan dan kebiasaan hidup akan sepenuhnya menjadi praktik arus utama.
3. Transparansi dan Kepercayaan terhadap Bahan BakuKonsumen mulai meninggalkan aturan makan yang kaku dan beralih pada kebutuhan akan kejelasan terkait kandungan produk yang mereka konsumsi. Alih-alih mengejar klaim label yang rumit, masyarakat kini mencari daftar bahan yang jelas, formulasi yang memiliki tujuan, serta merek yang dapat dipercaya.
Minat terhadap makanan yang diproses secara minimal, menggunakan bahan yang mudah dikenali, dan mendukung pendekatan berbasis pangan utuh serta nabati juga semakin meningkat, terutama di kalangan konsumen muda. Fokusnya bukan lagi pada kesempurnaan, melainkan pada pemahaman proses pembuatan produk dan keyakinan terhadap kualitasnya.
4. Meningkatnya Nutrisi yang DipersonalisasiNutrisi menjadi semakin disesuaikan dengan kebutuhan individu. Masyarakat mulai menyesuaikan pola makan dan konsumsi suplemen untuk mendukung keseimbangan hormon, kekuatan tulang, kesehatan metabolik, serta pemulihan—dengan menyesuaikan rutinitas seiring perubahan kondisi tubuh dan tahap kehidupan.
Perubahan ini mencerminkan pendekatan nutrisi yang bekerja selaras dengan tubuh, bukan melawannya. Personalisasi kini bukan lagi konsep khusus, melainkan solusi praktis untuk membantu masyarakat merasa lebih baik dalam keseharian.
5. Kebiasaan Berbasis TeknologiTeknologi mengubah cara masyarakat memahami dan mengoptimalkan kesehatan mereka. Konsumen semakin memanfaatkan aplikasi nutrisi, pelacak tidur, serta perangkat pemulihan pintar untuk mempersonalisasi pola makan, rencana latihan, dan rutinitas harian. Alat-alat ini memberikan wawasan yang lebih jelas tentang respons tubuh terhadap makanan, stres, dan aktivitas fisik, sehingga memudahkan pembentukan kebiasaan yang efektif.
Penilaian berbasis kecerdasan buatan, tes biomarker mandiri di rumah, serta perangkat suplemen yang dipersonalisasi memperluas akses terhadap informasi yang sebelumnya hanya tersedia di lingkungan klinis. Dengan demikian, masyarakat dapat menyesuaikan asupan protein, hidrasi, mikronutrien, dan strategi pemulihan berdasarkan umpan balik waktu nyata, bukan sekadar perkiraan.
Pada tahun 2026, personalisasi berbasis teknologi akan terus membentuk pola wellness sehari-hari, membantu konsumen membuat keputusan yang lebih tepat serta membangun rutinitas sesuai kebutuhan, preferensi, dan tujuan performa masing-masing.
6. Creatine Terus Mendapatkan MomentumCreatine kini resmi menjadi bagian dari perbincangan utama—dan diperkirakan akan terus bertahan. Jika sebelumnya lebih banyak digunakan oleh atlet kekuatan, kini creatine diakui sebagai suplemen yang efektif untuk meningkatkan daya ledak, kualitas latihan, dan pemulihan otot.
Adopsinya yang pesat di kalangan perempuan aktif menjadi sorotan tersendiri, seiring semakin banyak orang memasukkan creatine ke dalam rutinitas harian untuk mendukung kekuatan dan gaya hidup aktif. Pada tahun 2026, creatine akan terus berkembang sebagai salah satu suplemen paling andal dan berbasis riset bagi mereka yang ingin membangun konsistensi dan meningkatkan kekuatan tubuh.
Lanskap nutrisi tahun 2026 ditandai oleh personalisasi, kepraktisan, dan orientasi pada kesejahteraan jangka panjang. Baik untuk meningkatkan kesehatan pencernaan, mengelola stres, membuat pilihan makanan yang lebih sadar, maupun meningkatkan kualitas latihan dan pemulihan, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten tetap menjadi jalan paling efektif menuju kemajuan yang bermakna.
“Sebagai pakar nutrisi olahraga, saya melihat tema-tema ini bukan sebagai tren sesaat, melainkan perubahan jangka panjang dalam cara masyarakat memahami dan merawat tubuh mereka. Dan yang paling menjanjikan, kebiasaan-kebiasaan ini dapat diakses oleh semua orang,” tutup Dr. Krissy.



