Bos BTN Buka Suara Usai Moody's Pangkas Outlook 5 Bank Besar

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Nixon LP Napitupulu angkat bicara usai lembaga pemeringkat Moody’s memangkas outlook lima bank besar Indonesia dari stabil menjadi negatif, menyusul perubahan outlook peringkat kredit Pemerintah Indonesia. BTN menjadi salah satu di antara lima bank tersebut.

Sebagai informasi, perubahan outlook menjadi negatif terutama dipicu oleh outlook negatif peringkat kredit Indonesia di level Baa2. Moody’s menilai terdapat peningkatan risiko terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah.

Adapun, bagi BTN, lembaga itu menyoroti perseroan yang masih memertahankan peringkat Baa2 dan BCA ba2 meski menghadapi risiko aset yang tinggi dan tingkat pencadangan yang relatif rendah. 

Menanggapi hal itu, Nixon menjelaskan bahwa rasio pencadangan kredit bermasalah (CKPN) BTN saat ini berada di kisaran 125%, lebih rendah dibanding Himbara lain. Kendati begitu, hal tersebut sejalan dengan profil risiko kredit pemilikan rumah (KPR) yang memiliki jaminan aset berupa rumah.

Dia menegaskan, secara ekonomi perlindungan risiko kredit BTN sebenarnya jauh lebih tinggi jika memerhitungkan nilai agunan. 

“Nah pertanyaannya, do we need pencadangan berlebihan kalau agunannya kuat? Itu yang harus jadi analisa atau pertimbangan sebuah bank,” jelas Nixon dalam Paparan Kinerja Tahun 2025, Senin (9/2/2026).

Baca Juga

  • Bocoran Pembagian Dividen BTN (BBTN) Usai Umumkan Laba Bersih Rp3,5 Triliun
  • BTN (BBTN) Bukukan Laba Bersih Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Aset Tumbuh 12,4%
  • Rilis Sore Ini, Simak Kisi-kisi Kinerja BTN (BBTN) hingga Akhir 2025

Sejak awal penyaluran KPR dengan uang muka sekitar 20%, Nixon menyebut bahwa rasio agunan terhadap kredit sudah mencapai sekitar 120%, yang kemudian ditambah pencadangan CKPN. 

Seiring berjalannya waktu, nilai agunan cenderung meningkat sementara baki debet kredit menurun, sehingga tingkat perlindungan risiko BTN makin membaik.

Meski demikian, Nixon menyatakan BTN tetap berkomitmen memperkuat pencadangan ke depan. Perseroan menargetkan rasio CKPN dapat meningkat secara bertahap hingga di atas 150% pada 2030, seiring upaya menjaga kualitas aset dan memperkuat manajemen risiko.

“Tapi apakah BTN akan tetap di 125% ke depannya? Ya kita akan jawab, sampai tahun 2030 kita mau dorong ke atas 150%,” ungkapnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketum KADIN Yakin Banyak Anggota APEC Tertarik Investasi untuk Proyek Infrastruktur Indonesia
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa Hari Ini Magnitudo 3,3 Guncang Pacitan
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Berangkatkan Penjual Es Gabus Umrah, Aisar Khaled Ungkap Alasan Sebenarnya
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Kepuasan Publik ke Prabowo Tembus 79,9%, Mensesneg Sebut Bukan Target
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
FFI Dorong Apresiasi Timnas Futsal usai Raih Runner Up Piala Asia 2026
• 8 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.