Jakarta – Tekanan terhadap daya beli konsumen masih membayangi pasar smartphone nasional pada awal 2026. Kenaikan biaya hidup, pengetatan belanja rumah tangga, serta siklus penggantian perangkat yang kian panjang membuat konsumen semakin sensitif terhadap harga. Di tengah kondisi tersebut, Samsung memilih mempertahankan harga Galaxy A Series di kisaran Rp 1,39 juta hingga Rp 6,79 juta.
Rentang harga tersebut mencerminkan strategi bertahan di segmen menengah dan entry-level, yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan ponsel di Indonesia. Dengan rata-rata penggunaan ponsel lebih dari tujuh jam per hari, konsumen kini tidak hanya mencari perangkat murah, tetapi juga yang tahan lama agar tidak perlu sering melakukan pembelian ulang.
“Pasar semakin rasional. Konsumen menghitung ulang nilai yang mereka dapatkan dari setiap rupiah yang dibelanjakan,” ujar Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, dalam keterangan resmi.
Segmen Rp 1–3 Juta Masih Mendominasi
Di tengah perlambatan permintaan, segmen harga Rp 1–3 juta masih menjadi kontributor volume terbesar pasar smartphone. Galaxy A07 yang dipasarkan di harga Rp 1,399 juta menyasar kelompok konsumen dengan kebutuhan dasar—komunikasi, media sosial, hingga pembelajaran daring—yang tetap tinggi meski belanja bersifat selektif.
Baterai besar dan fitur ketahanan menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian di kelas ini, seiring konsumen cenderung menahan diri untuk tidak sering mengganti perangkat.
Kelas Menengah: Harga Stabil, Fitur Naik
Untuk segmen Rp 3–4 juta, Galaxy A17 Series diposisikan sebagai opsi transisi bagi konsumen yang mulai membutuhkan performa lebih tinggi tanpa lonjakan harga signifikan. Varian 5G di seri ini mencerminkan perubahan pola konsumsi, di mana konektivitas cepat mulai dipertimbangkan, namun tetap harus sejalan dengan kemampuan finansial.
Kamera beresolusi tinggi dan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) juga mulai menjadi faktor pembeda, terutama bagi pengguna yang menjadikan ponsel sebagai alat kerja dan sumber penghasilan tambahan, seperti pelaku UMKM dan kreator konten skala kecil.
Segmen Rp 4–6 Juta Jadi Batas Psikologis
Di rentang Rp 4–6,7 juta, Galaxy A26 5G, A36 5G, dan A56 5G mengisi ceruk konsumen yang menginginkan pengalaman mendekati kelas premium, namun masih enggan menembus batas psikologis Rp 7 juta. Di segmen ini, konsumen cenderung menuntut keseimbangan antara performa, daya tahan, dan umur pakai perangkat.
Perangkat dengan layar besar, baterai tahan lama, serta dukungan pengisian cepat menjadi pertimbangan utama, seiring pola kerja hybrid dan konsumsi konten yang terus meningkat.
Nilai Jangka Panjang Jadi Pertimbangan Utama
Di tengah tekanan daya beli, faktor pembaruan perangkat lunak dan keamanan jangka panjang semakin mendapat perhatian. Konsumen kini memperhitungkan total biaya kepemilikan (total cost of ownership), bukan sekadar harga awal pembelian.
Dengan menjaga harga Galaxy A Series tetap stabil di berbagai level, Samsung berupaya mempertahankan relevansi di pasar yang kian berhati-hati dalam membelanjakan uang. Strategi ini mencerminkan pergeseran fokus pasar smartphone Indonesia: dari sekadar spesifikasi tinggi menuju nilai guna dan ketahanan jangka panjang yang lebih realistis bagi konsumen.

