Petugas Damkar Alami Gatal Kulit-Sesak Napas Usai Padamkan Kebakaran Gudang Pestisida

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Petugas damkar Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami iritasi kulit, mata perih, hingga gangguan pernapasan usai memadamkan kebakaran gudang pestisida.

Komandan Pleton (Danton) Alpha Damkar Tangsel, Gunawan, mengatakan kebakaran tersebut tergolong salah satu yang paling sulit ditangani karena material yang terbakar merupakan bahan kimia berbahaya.

“Yang pasti kendalanya karena bahan yang terbakar itu bahan kimia. Dampaknya gangguan pernapasan, kulit gatal, dan mata juga perih,” kata Gunawan kepada Kompas.com, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Ikan di Sungai Jalatreng Mati Imbas Kebakaran Gudang Bahan Kimia di Tangsel

Selama proses pemadaman dilakukan, Gunawan menceritakan bahwa api yang berkobar saat itu sangat sulit untuk dipadamkan.

Apalagi prosesnya dilakukan dengan metode biasa, yang mana jika disiram air, reaksi kimia justru memicu api kembali muncul.

“Kalau disiram air, api bisa timbul lagi, bahkan bisa meledak kecil. Makanya kami melihat dari MSDS (Material Safety Data Sheet), pemadamannya harus pakai pasir,” jelas dia.

Merujuk dari MSDS itu, petugas akhirnya menggunakan tiga truk pasir untuk menutup titik-titik api hingga padam.

Menurut Gunawan, metode itu dinilai paling aman untuk mencegah reaksi lanjutan dari zat pestisida yang terbakar.

Baca juga: Gudang Bahan Kimia di Tangsel Terbakar, Penyebabnya Terungkap

Namun tentu waktu pemadamannya menjadi lebih panjang karena harus dilakukan dengan hati-hati.

Hingga api baru dinyatakan padam total sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kurang lebih hampir 12 jam. Dari malam sampai sore, dan memang sampai berganti sif,” kata Gunawan.

Selama proses pemadaman, tim medis disiagakan di lokasi. Sebab ada beberapa petugas yang terpapar asap kimia dan mendapatkan penanganan berupa pemberian oksigen.

“Ada dua anggota yang menggunakan oksigen karena terpapar asap. Tapi alhamdulillah, tidak ada yang sampai dirujuk ke rumah sakit. Sekarang kondisinya sudah sehat,” kata dia.

Asap tebal dalam gudang tersebut, menurut Gunawan, memang mengandung zat berbahaya.

Namun, kata dia, paparan tidak hanya berasal dari asap, tapi juga dari uap dan cairan kimia.

“Itu beracunnya dari asap, dari cairannya juga. Efeknya ke pernapasan, mata, dan kulit. Iritasinya terasa,” jelas dia.

Baca juga: Tak Mempan Pakai Air, Pemadaman Kebakaran Gudang Bahan Kimia Tangsel Pakai Pasir 2 Truk

Gunawan memastikan, saat ini pemadaman sudah selesai dan tidak ada lagi petugas yang bersiaga di lokasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan.

“Penyebabnya belum diketahui. Masih dianalisis,” ucap Gunawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dinkes Tangsel Uji Kualitas Air Bersih Warga dan PDAM Imbas Kebakaran Gudang Kimia
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Rapat Hambalang, Prabowo “Warning” Pengusaha: Industri Tak Boleh Hanya Untung, Harus Serap Tenaga Kerja
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Garuda Metalindo (BOLT) Batalkan Pembagian Dividen Interim Rp58,59 Miliar, Ini Alasannya
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Merry Riana Usai Dapat KTA Demokrat: Seperti Hari Pernikahan
• 23 jam laludetik.com
thumb
Kasus Pandji Pragiwaksono, Polisi Bakal Panggil Ahli Bahasa hingga Ahli UU ITE
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.