Bupati Manokwari Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada HPN 2026

tvrinews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Arina Iriyanan

TVRINews, Manokwari

Bupati Manokwari, Hermus Indou, menerima Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Provinsi Banten, Senin, 9 Februari 2026.

Penghargaan tersebut diterima Bupati Hermus Indou bersama sembilan kepala daerah lainnya yang masuk dalam nominasi penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026. Anugerah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi pemerintah daerah dalam memajukan kebudayaan di wilayah masing-masing.

Bupati Hermus Indou menyampaikan bahwa penghargaan tersebut ia terima sebagai representasi dari Pemerintah Kabupaten Manokwari serta seluruh elemen masyarakat di wilayah tersebut.

“Penghargaan ini kami terima atas nama Pemerintah Kabupaten Manokwari dan seluruh masyarakat Manokwari, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam memajukan kebudayaan,” ujar Hermus Indou.

Menurutnya, anugerah kebudayaan ini diberikan atas upaya Pemerintah Kabupaten Manokwari yang secara konsisten menyelenggarakan Festival Teluk Doreh. Kegiatan tersebut dipandang sebagai bagian penting dari pemajuan kebudayaan daerah, pelestarian keberagaman, serta penguatan harmoni antarsuku dan antarumat beragama di Manokwari.

“Festival Teluk Doreh menjadi wujud komitmen kami dalam memajukan kebudayaan daerah, melestarikan keberagaman, serta memperkuat harmoni antarsuku dan antarumat beragama,” jelasnya.

Hermus menegaskan bahwa Festival Teluk Doreh akan terus menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Manokwari dan direncanakan tetap dilaksanakan secara rutin, baik setiap tahun maupun dua tahun sekali.

Ia juga menaruh harapan agar ke depan kawasan Teluk Doreh menjadi perhatian bersama, baik oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat, khususnya dalam menata wajah ibu kota Provinsi Papua Barat agar semakin representatif.

Selain aspek penataan kawasan, Hermus Indou menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi kawasan Teluk Doreh saat ini, di antaranya pertumbuhan kawasan kumuh, pengelolaan sampah, serta penanganan kemiskinan ekstrem.

Ia kembali menekankan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan bagian tidak terpisahkan dari tanggung jawab pemerintah daerah untuk melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan sosial.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkum: Pengelolaan Royalti Musik Indonesia Amburadul, LMK-LMKN Dibedakan Fungsi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Mohan Hazian Buat Pernyataan Usai Namanya Terseret Isu Pelecehan Seksual: Saya Tidak Seperti yang Dituduhkan, Saya Tidak Pernah Rudapaksa Siapapun
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Fakta Baru Kasus Pria Dikira Panggul Mayat, Biawak Gagal Dijual Dibawa Pulang Jalan Kaki
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
• 19 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.