Permabudhi Bicara Peran Penting dalam Perayaan Kerukunan Antarumat Beragama

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat harmoni lintas iman pada perayaan World Interfaith Harmony Week dan International Day of Human Fraternity yang digelar Inter-Religious Council (IRC) Indonesia di Gedung Nusantara IV, Minggu (8/2). Acara ini dihadiri sekitar 700 peserta dari berbagai unsur agama, pemerintah, dan pegiat perdamaian.

Ketua DPD RI Sultan Bactiar Najamudin menegaskan bahwa Indonesia menjadi contoh nyata keberhasilan hidup rukun dalam keberagaman. “Indonesia dengan segala keberagamannya dapat hidup rukun. Ini pesan perdamaian yang ingin kami bagikan ke dunia,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan acara tahun ini, Permabudhi berperan penting melalui kepemimpinan Ritha Helena, Ketua Lembaga Wanita Permabudhi sekaligus Ketua Panitia. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung acara, termasuk DPD RI, Kementerian Kehutanan, dan media. “Gedung Nusantara IV yang baru direnovasi ini begitu megah dan cantik. Mari kita apresiasi Ketua DPD RI dan Kementerian Kehutanan yang mendukung dengan bibit pohon untuk kelestarian alam dan kemanusiaan,” kata Ritha.

Ritha juga memuji dukungan media dalam penyebaran pesan perdamaian. “Indosiar hari ini luar biasa hebat dalam menyebarkan pesan perdamaian ke seluruh penjuru negeri.” Ia menutup sambutannya dengan ajakan positif: “Mari kita rayakan keragaman dan kebersamaan. Semoga semua makhluk berbahagia.”

Ketua Umum Permabudhi, Prof. Philip K. Widjaja, menekankan bahwa pertemuan ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. “Terima kasih kepada semua pihak yang bekerja luar biasa menyelenggarakan acara ini,” ujar Prof. Philip. Ia menambahkan bahwa keberagaman yang terlihat dalam penampilan seni dan pakaian tradisional bukan untuk menonjolkan perbedaan. “Yang kita rayakan adalah martabat manusia, kepedulian terhadap sesama, dan komitmen pada keadilan.”

Di tengah tantangan global, Prof. Philip mengingatkan pentingnya peran agama sebagai peneduh. “Suara-suara agama harus menjadi sumber penyembuhan, bukan perpecahan.” Ia mendorong kerja sama lintas iman melalui program kemanusiaan, pendidikan toleransi, dan dialog yang melibatkan perempuan serta generasi muda. “Ketika kita bekerja sama, hasil kolaborasi jauh lebih besar daripada upaya sendiri-sendiri,” ujarnya.

Prof. Din Syamsuddin, Ketua Kehormatan IRC Indonesia, menambahkan bahwa perayaan ini merupakan bentuk dukungan Indonesia terhadap agenda-agenda penting PBB. “Hari ini kita merayakan dua agenda besar yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarumat beragama dan persaudaraan kemanusiaan,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pancasila telah menjadi fondasi kokoh bagi kerukunan nasional.

Wakil Menteri Agama Romo Syafei juga mengapresiasi nilai kerukunan yang telah lama menjadi tradisi Indonesia. Menurutnya, semangat tersebut terus dijaga dan diperkuat oleh berbagai unsur masyarakat.

Melalui peran aktifnya, Permabudhi menegaskan kembali komitmennya sebagai jembatan kerukunan lintas agama. Kehadiran dan kontribusinya dalam kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa kerja bersama merupakan kunci menciptakan perdamaian, baik di Indonesia maupun di dunia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Selidiki Jenis Zat Cairan yang Disiramkan 3 Pelajar ke Siswa SMK di Cempaka Putih
• 7 jam lalukompas.com
thumb
5 Rekomendasi Tes Inggris Online Diakui CPNS, BUMN, OJK dan IPDN
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Percepat Jalan Menuju Swasembada, Mentan dan Gubernur NTB Tanam Bawang Putih
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Komdigi Godok Regulasi Lindungi Karya Jurnalistik Lewat AI: Banyak Berita Diambil Tanpa Izin
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Petahana Unggul di Pemilu Thailand, Dinasti Shinawatra Kalah Telak
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.