Komdigi Godok Regulasi Lindungi Karya Jurnalistik Lewat AI: Banyak Berita Diambil Tanpa Izin

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyusun regulasi khusus sebagai langkah melindungi karya jurnalistik dari gempuran teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya risiko keselamatan jurnalis serta tantangan baru kebebasan pers di era digital.

Regulasi tersebut disampaikan dalam forum yang diselenggarakan Program Jurnalisme Aman Yayasan TIFA bersama Populix dan Konsorsium Jurnalisme Aman. Kegiatan ini bertujuan memetakan persoalan keselamatan jurnalis yang dinilai masih rentan terhadap kekerasan fisik maupun digital, sekaligus menjadi dasar penyusunan langkah pencegahan.

Advertisement

BACA JUGA: Kemkomdigi Siapkan Ribuan Akun Canva Pro Gratis untuk Perkuat Talenta Digital dan UMKM

“Kementerian Komunikasi saat ini sedang menyusun regulasi sebagai langkah untuk melindungi karya jurnalistik dari gempuran teknologi kecerdasan buatan, artificial intelligence atau AI,” kata Direktur Informasi Publik DJKPM Komdigi Dr. Nursodik Gunarjo, M.Si., di Erasmus Huis Library, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2026).

Nursodik mengungkapkan, regulasi yang tengah disusun juga bertujuan mencegah pengambilan karya jurnalistik oleh teknologi AI tanpa izin.

“Termasuk di dalamnya nanti bagaimana untuk mencegah supaya AI ini tidak mengambil karya jurnalistik atau liputan dan foto tanpa izin,” katanya.

Selain itu, dia menekankan pentingnya mekanisme penanganan cepat atas kasus kekerasan terhadap jurnalis dan penguatan perlindungan di ruang redaksi.

“Kita memerlukan mekanisme proses cepat atas kasus kekerasan terhadap jurnalis dan penguatan perlindungan institusional di ruang redaksi serta yang pentingnya adalah keberanian kolektif dari kita semua untuk menghindari swasensor,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa keselamatan jurnalis merupakan bagian tak terpisahkan dari demokrasi. “Keselamatan jurnalis adalah bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi,” ujar dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nia Ramadhani Akhirnya Klarifikasi Soal Rumor Gugat Cerai Ardi Bakrie
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Polda Riau Cari Kamera Trap Lacak Pembunuh Gajah Sumatera di Pelalawan
• 15 jam laludetik.com
thumb
Prediksi Cuaca BMKG Besok di Jabodetabek 10-11 Februari 2026, Potensi Hujan Lebat-Angin Kencang
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kemarin, Sambutan Prabowo di Harlah Satu Abad NU hingga HPN 2026
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Dua Petualang Berjalan Kaki Selama 518 Hari, Melintasi 16 Negara dari Prancis ke Shanghai
• 14 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.