Caracas, VIVA – Venezuela telah membebaskan sedikitnya 35 tahanan politik, termasuk sejumlah tokoh oposisi ternama, dalam langkah yang bertepatan dengan upaya kepemimpinan sementara negara itu untuk memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Organisasi Hak Asasi Manusia Foro Penal pada Minggu 8 Februari dengan menambahkan bahwa pada pekan lalu lebih dari 650 orang yang mereka anggap sebagai tahanan politik masih ditahan di seluruh negeri.
Di antara mereka yang dibebaskan terdapat politisi oposisi Juan Pablo Guanipa dan Perkins Rocha, menurut pernyataan serikat pers Venezuela, pejabat partai oposisi, serta anggota keluarga.
Pihak berwenang tidak segera mengeluarkan pengumuman resmi. Namun dalam beberapa hari terakhir, presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan ia berniat menutup El Helicoide, kompleks penahanan yang lama dikritik kelompok HAM, serta menguraikan rencana undang-undang amnesti yang luas.
Pembebasan tersebut terjadi menyusul penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat pada bulan lalu. Peristiwa tersebut kemudian mengubah lanskap politik Venezuela.
Sejak itu, Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden, telah mengambil langkah untuk mengarahkan ulang kebijakan luar negeri negara tersebut, bekerja sama dengan pemerintahan Donald Trump dan mengalihkan ekspor minyak ke Amerika Serikat, menurut The New York Times.
Sementara itu, pemimpin oposisi Maria Corina Machado menyambut pembebasan tersebut dalam pesan di platform media sosial X.
“Hari ini rakyat Venezuela menyambut para pahlawan kami pulang … Mereka kembali dengan kekuatan dan martabat yang mengharukan.” (Ant)





