Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons insiden penyiraman air keras yang dilakukan 3 orang pelajar terhadap pelajar lain di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Pramono menegaskan, siapa pun pelakunya harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.
"Siapa pun yang melakukan tindakan itu, itu sudah tindakan kekerasan, saya minta untuk diambil tindakan tegas," ujar Pramono saat meninjau Puskesmas Pembantu Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Pramono menekankan tidak akan ada kompromi bagi warga yang menyebabkan kerusuhan di Jakarta.
"Nggak ada kompromi untuk itu," ucap dia.
Sebelumnya, Polisi memastikan tak ada tujuan tertentu dalam insiden penyiraman air keras yang dilakukan 3 orang pelajar terhadap pelajar lain di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Penyiraman air keras itu menyasar orang secara acak.
“Kalau keterangan sementara, random. Tapi masih kita dalami,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangan yang diterima, Senin (9/2).
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku diduga berjumlah tiga orang dan berstatus pelajar.
Dalam video yang beredar, tampak tiga orang pelaku mengendarai sepeda motor. Mereka kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tiga pelajar lain yang berpapasan di jalan.
Saat ini para pelaku penyiraman telah diamankan polisi. Sementara korban mengalami luka di bagian mata, dan kini telah dipulangkan dari rumah sakit usai mendapatkan perawatan.




