Imlek Semawis 2026 Tampilkan Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Kota Semarang

jpnn.com
19 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SEMARANG - Pasar Imlek Semawis 2026 telah memulai rangkaian kegiatan pada Sabtu (7/2).

Rangkaian perayaan menjelang Tahun Baru Imlek ini diawali dengan Tradisi Ketuk Pintu di Klenteng Tay Kak Sie Kota Semarang.

BACA JUGA: Korban Banjir Sumatra dan Aceh Dapat Bantuan Rp 300 Juta dari Baznas Kota Semarang

Tradisi Ketuk Pintu sebagai simbol permohonan doa, keselamatan, dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus penanda harmoni lintas budaya yang telah mengakar di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan Pasar Imlek Semawis bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga ruang bersama yang merefleksikan nilai toleransi dan kebersamaan warganya.

BACA JUGA: Ini Upaya Wali Kota Agustina Wilujeng demi Percepat Penyelesaian Kolam Retensi Trimulyo

“Pasar Imlek Semawis menjadi ruang perjumpaan warga dari berbagai latar belakang. Di sinilah kita melihat bahwa keberagaman di Kota Semarang hidup, dirawat, dan dirayakan bersama secara alami,” ujar Agustina.

Menurut Agustina, Pemkot Semarang terus mendukung kegiatan budaya yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kohesi sosial.

BACA JUGA: Kecelakaan Bus Trans Semarang Terus Berulang, Wali Kota Agustina Bakal Evaluasi Menyeluruh

Dia menegaskan kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi pondasi penting dalam menjaga Semarang sebagai kota yang inklusif dan harmonis.

Pada tahun ini, Pasar Imlek Semawis mengusung tema 'Kuda Datang, Sukses Menjelang' seiring perayaan Imlek yang memasuki shio Kuda Api.

Kegiatan akan berlangsung di ruas Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur, Kawasan Pecinan Semarang pada 13–15 Februari 2026.

Ketua Komunitas Pecinan untuk Pariwisata (KOPI) Semawis Harjanto Halim menegaskan sejak awal Pasar Imlek Semawis dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

Harjanto menekankan keberagaman di Semarang telah menjadi bagian dari keseharian warga.

“Bunga mawar itu tidak perlu dipuji, keluarnya merah dan wangi. Keberagaman itu, ya kayak bunga, dia mau dipuji, mau nggak, ya tetap mekar. Saya berharap Kota Semarang juga begitu. Tanpa harus dipuji, tanpa harus ditonton, keberagaman itu sudah menjadi perilaku sehari-hari,” kata Harjanto.

Dia menjelaskan Pasar Imlek Semawis 2026 menghadirkan berbagai atraksi budaya, seperti Wayang Potehi, barongsai, Catur Gajah, Tarot Reading, kaligrafi Mandarin, dan Sketsa Postcard.

Pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan opera Sun Go Kong, hingga cosplay budaya yang mendorong pengunjung mengenakan kebaya, busana adat nusantara, dan kostum lintas budaya.

Selain itu, terdapat jamuan makan bersama Tuk Panjang sebagai simbol kebersamaan antara warga Pecinan, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah.

Melalui Pasar Imlek Semawis 2026, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi untuk meramaikan.

Tidak hanya menikmati kuliner dan hiburan, tetapi juga merasakan langsung nilai toleransi, keberagaman, dan harmoni yang telah menjadi identitas Kota Semarang. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendikdasmen: TKA untuk SD-SMP Digelar Tahun Ini
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Bongkar Sindikat Maling Kabel di SPBU, 7 Tersangka Ditangkap
• 28 menit laludetik.com
thumb
Viral! Lauk Ayam MBG Masih Ada Temboloknya yang Kotor
• 18 jam lalurealita.co
thumb
Resmi Jadi Wali 3 Anak Mpok Alpa, Aji Darmaji Sepakati Harta Warisan Dibagi Rata dengan Hukum Adat
• 22 jam lalugrid.id
thumb
KPK tanggapi terjadinya negara suap negara pada kasus hakim PN Depok
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.