Ankara (ANTARA) - Pengacara mendiang Jeffrey Epstein secara resmi menuntut Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat membuka seluruh arsip terkait dugaan hubungan intelijen dengan terpidana kejahatan seksual itu.
Menurut laporan Washington Post pada Senin (9/2), tim hukum yang mewakili harta warisan Epstein mengajukan permintaan agar CIA dan NSA mengungkap dokumen yang menunjukkan kemungkinan hubungan operasional, afiliasi, atau keterkaitan intelijen dengan Epstein.
Permintaan itu, yang didasarkan pada Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIA), diajukan untuk mendapatkan dokumen yang bisa menunjukkan apakah NSA pernah menyimpan informasi apa pun terkait Epstein, yang rahasia maupun tidak.
Langkah tersebut memperkuat dugaan lama tentang kemungkinan keterkaitan Epstein dengan badan intelijen.
Baca juga: Jejak Epstein di Silicon Valley terungkap lewat dokumen DOJ
Ketika beberapa pihak menggunakan FOIA untuk bertanya kepada CIA tentang Epstein pada 1999 dan 2011, badan intelijen itu menjawab bahwa tidak ada bukti hubungan yang bersifat terbuka. CIA juga menolak membenarkan atau menyangkal adanya materi rahasia.
NSA sebelumnya juga tidak membenarkan atau membantah adanya dokumen yang relevan dengan alasan keamanan nasional serta perlindungan sumber dan metode intelijen.
Dokumen terbaru yang dirilis ke publik menyoroti lagi interaksi Epstein dengan Direktur CIA William Burns.
Pada 2014, saat menjabat Wakil Menteri Luar Negeri AS, Burns diketahui menjadwalkan beberapa kali pertemuan dengan Epstein, termasuk makan siang di Washington dan pertemuan di kediaman Epstein di New York.
Burns "sangat menyesali pernah bertemu" Epstein dan menyatakan seluruh kontak dihentikan setelah mengetahui vonis pidana Epstein, menurut juru bicara Burns.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Namanya ada di berkas Epstein, Dalai Lama bantah pernah temui Epstein
Baca juga: Nama Bill Gates terseret dokumen Epstein, Melinda beri tanggapan
Menurut laporan Washington Post pada Senin (9/2), tim hukum yang mewakili harta warisan Epstein mengajukan permintaan agar CIA dan NSA mengungkap dokumen yang menunjukkan kemungkinan hubungan operasional, afiliasi, atau keterkaitan intelijen dengan Epstein.
Permintaan itu, yang didasarkan pada Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIA), diajukan untuk mendapatkan dokumen yang bisa menunjukkan apakah NSA pernah menyimpan informasi apa pun terkait Epstein, yang rahasia maupun tidak.
Langkah tersebut memperkuat dugaan lama tentang kemungkinan keterkaitan Epstein dengan badan intelijen.
Baca juga: Jejak Epstein di Silicon Valley terungkap lewat dokumen DOJ
Ketika beberapa pihak menggunakan FOIA untuk bertanya kepada CIA tentang Epstein pada 1999 dan 2011, badan intelijen itu menjawab bahwa tidak ada bukti hubungan yang bersifat terbuka. CIA juga menolak membenarkan atau menyangkal adanya materi rahasia.
NSA sebelumnya juga tidak membenarkan atau membantah adanya dokumen yang relevan dengan alasan keamanan nasional serta perlindungan sumber dan metode intelijen.
Dokumen terbaru yang dirilis ke publik menyoroti lagi interaksi Epstein dengan Direktur CIA William Burns.
Pada 2014, saat menjabat Wakil Menteri Luar Negeri AS, Burns diketahui menjadwalkan beberapa kali pertemuan dengan Epstein, termasuk makan siang di Washington dan pertemuan di kediaman Epstein di New York.
Burns "sangat menyesali pernah bertemu" Epstein dan menyatakan seluruh kontak dihentikan setelah mengetahui vonis pidana Epstein, menurut juru bicara Burns.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Namanya ada di berkas Epstein, Dalai Lama bantah pernah temui Epstein
Baca juga: Nama Bill Gates terseret dokumen Epstein, Melinda beri tanggapan




