Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Zyrexindo Mandiri Buana, Timothy Siddik buka-bukaan harga produksi hingga harga jual laptop Chromebook merek Zyrex.
Hal tersebut disampaikan Timothy saat dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Chromebook atas terdakwa Nadiem Makarim di PN Tipikor, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Awalnya, Timothy enggan mengemukakan harga produksi Chromebook buatan Zyrek karena merupakan rahasia perusahaan. Namun, Timothy memutuskan untuk mengungkap harga produksi laptop buatan Zyrex seharga Rp3,7 juta per unit.
"Saya di Chromebook tanpa Chrome Device Management, sesudah PPN pada saat itu 10%, kurang lebih di Rp3,7 juta," ujar Timothy.
Dia mengemukakan, Rp3,7 juta itu merupakan harga pada 2021. Namun, harga itu masih dinilai dari materialnya saja merupakan belum ditambah dengan biaya lainnya.
Timothy pun menyampaikan bahwa produsen biasanya mengambil margin sesuai dengan standar industri mencapai 15% hingga 18%. Dengan begitu, harga jual kepada distributor mencapai Rp4,05 juta.
Baca Juga
- Sidang Kasus Chromebook Nadiem, Mantan PPK Kemendikbudristek Mengaku Takut dengan Jurist Tan
- Fakta-fakta Anak Buah Nadiem Bagi-bagi Jatah di Kasus Pengadaan Chromebook
- Nadiem Terkejut Anak Buahnya Bagi-bagi Uang Pengadaan Laptop Chromebook
"Saya jual di 2021 ke distributor itu di Rp4.050.000," imbuhnya.
Setelah itu, Timothy mengungkap pihaknya memasukan laptop Chromebook buatannya itu ke e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Total, harga tayang laptop Zyrex pada e-katalog memiliki harga tayang pada kisaran Rp6,7 juta - Rp6,9 juta. Timothy menegaskan bahwa harga tersebut tidak jauh berbeda dari suggested retail price (SRP) yang diwajibkan oleh LKPP.
Namun, Timothy menyatakan tidak mengetahui khusus harga pasaran yang dijual oleh reseller. Sebab, hal tersebut ditentukan oleh kewenangan distributor.
"E-katalog pada saat itu kita masukin di 6, sekian juta," pungkasnya.





