Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyelidiki perburuan liar yang mengakibatkan seekor gajah Sumatera mati di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Polda Riau saat ini tengah mencari kamera trap untuk melacak pembunuh gajah tersebut.
Gajah berusia sekitar 40 tahun ini ditemukan mati di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui yang berbatasan dengan PT ARARA. Polda Riau telah berkoordinasi dengan PT ARARA untuk mencari kamera trap.
"Saya sudah berkoordinasi dengan PT ARARA untuk sama-sama mencari kamera-kamera trap, sama yang sudah diberikan oleh RAPP," kata Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Senin (9/2/2026).
Kamera trap (kamera jebakan) adalah perangkat pemantauan jarak jauh yang dilengkapi sensor gerak atau inframerah untuk mengambil foto/video satwa liar secara otomatis tanpa kehadiran manusia
Kapolda Riau turun langsung mengecek ke lokasi kejadian, pada Sabtu (7/2). Pada kesempatan tersebut, Irjen Herry juga memimpin rapat bersama dengan Direktorat Reskrimsus Polda Riau, Rirektorat Reskrimum Polda Riau, Polres Pelalawan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), PPNS Kemenhut, dan pihak PT ARARA.
Dalam forum rapat tersebut, Kapolda juga memerintahkan jajaran untuk mengerahkan human intelligent dalam melacap pelaku pembunuhan gajah tersebut. Polda Riau juga membuka posko aduan untuk menampung informasi dari masyarakat.
"Dan kesempatan ini kita buka Posko juga di sini, kalau ada informasi masyarakat yang mau melaporkan silakan laporkan ke Kapolres 082175211007," katanya.
Jenderal bintang dua itu menekankan kerja sama kolaboratif dalam pengungkapan kasus ini. Kehadiran Kapolda dan jajaran di lokasi merupakan wujud komitmen keseriusannya dalam menindak tindak pidana kejahatan terhadap lingkungan dan sumber daya alam hayati dan hewani.
"Kita sedih, geram, campur marah, masyarakat juga begitu. Ini adalah kejahatan yang luar biasa kepada satwa-satwa yang dilindungi," tuturnya.
Sebelumnya, Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan bahwa kematian gajah Sumatera di Ukui adalah sebuah kesengajaan yang diduga dilakukan pemburu liar. Gajah dibunuh untuk diambil gadingnya.
"Yang jelas ini dilakukan dengan sengaja dan dapat diindikasikan kuat bahwa ini sengaja dilakukan untuk mengambil gadingnya," kata Irjen Pol Herry Heryawan.
Kapolda menyampaikan rasa dukanya atas kematian gajah Sumatera tersebut. Ia berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas pembunuhan gajah tersebut secara ilmiah.
"Metode scientific crime investigation ini kita lakukan terus-menerus sebagai acuan kita, yang mana nantinya ini nantinya kita bisa lakukan secara bertahap," kata Irjen Herry, Sabtu (7/2/2026).
Gajah tersebut merupakan gajah liar yang biasa keluar masuk rutenya di lokasi tersebut. Di wilayah tersebut, diketahui, ada lima kelompok gajah yang berkeliaran di bagian tenggara Tesso Nilo.
(mea/dhn)





