BTN Catat Laba Bersih Rp3,5 Triliun pada 2025, Ditopang Transformasi Bisnis dan Aksi Korporasi Strategis

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat pertumbuhan laba bersih konsolidasian sebesar 16,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2025, mencapai Rp3,5 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari penguatan profitabilitas dan efisiensi proses bisnis yang dilakukan secara konsisten melalui transformasi di berbagai lini.

"Pertumbuhan ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan transformasi menyeluruh yang kami lakukan," ungkapnya.

Pendapatan Bunga dan Kredit Perumahan Menguat

Pendapatan bunga BTN meningkat sebesar 23,0 persen yoy menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025, sementara beban bunga hanya naik tipis 0,4 persen menjadi Rp17,9 triliun.

Dengan demikian, pendapatan bunga bersih BTN melonjak 57,5 persen menjadi Rp18,4 triliun, dibandingkan Rp11,7 triliun pada tahun sebelumnya.

Net Interest Margin (NIM) juga menunjukkan perbaikan signifikan, naik dari 2,9 persen pada 2024 menjadi 4,2 persen pada 2025 atau naik 133 basis poin.

Penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian tumbuh 11,9 persen yoy, dari Rp358,9 triliun menjadi Rp400,6 triliun, dengan mayoritas disalurkan ke sektor perumahan sebesar Rp328,4 triliun.

KPR subsidi naik 10 persen menjadi Rp191,2 triliun, sedangkan KPR non-subsidi tumbuh 6,7 persen menjadi Rp113 triliun.

Sementara itu, Kredit Program Perumahan (KPP) BTN mencapai Rp2,6 triliun, hampir setengah dari total penyaluran KPP nasional.

Transformasi Digital dan Ekspansi Syariah Dorong Pertumbuhan

Total aset konsolidasian BTN pada 2025 tercatat Rp527,8 triliun, naik 12,4 persen yoy.

Dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian tumbuh 14,6 persen dari Rp381,7 triliun menjadi Rp437,4 triliun, didorong oleh akselerasi transaksi digital melalui superapp Bale by BTN.

Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross menurun menjadi 3,1 persen pada akhir 2025, sementara pencadangan (NPL Coverage) meningkat menjadi 123,9 persen dari 115,4 persen.

Capital Adequacy Ratio (CAR) BTN tetap kuat di level 20,9 persen per 31 Desember 2025, naik dari 18,5 persen pada 2024.

BTN juga melakukan aksi korporasi besar dengan mendirikan anak usaha baru, Bank Syariah Nasional (BSN), yang mencatat total aset Rp73 triliun pada akhir 2025, tumbuh 20,5 persen yoy.

Penyaluran pembiayaan BSN mencapai Rp55 triliun, naik 25 persen yoy, sementara DPK BSN naik 18,4 persen menjadi Rp59 triliun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lebih dari 1.000 Peserta Meriahkan Movin Color Fun Walk & Fun Run 2026 di Kota Podomoro Tenjo
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov Pastikan Tanggung Biaya RS dan Pemakaman Siswa SMK 34 Jakarta Tewas di Matraman
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Tanah Bergerak Meluas! 2 Dusun Terparah di Tegal Didata untuk Rumah Hunian Sementara
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Cak Imin Minta Jurnalisme Tak Boleh Kalah oleh Algoritma di HPN 2026
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemensos Beri Santunan untuk Keluarga Marinir Korban Longsor Cisarua
• 2 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.