Megawati Bicara Pemberdayaan Perempuan dalam Islam, Ulas Sosok Khadijah dan Aisyah

liputan6.com
10 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-5 RI dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, berbicara mengenai pemberdayaan perempuan dalam Islam saat menyampaikan pidato akademiknya di Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi. Megawati mengatakan konsep pemberdayaan perempuan itu berkaitan dengan keadilan.

"Dalam Islam, pemberdayaan perempuan tidak dapat dilepaskan dari konsep amanah dan keadilan. Islam mengajarkan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan hak istimewa. Amanah menuntut pertanggungjawaban. Amanah menuntut keadilan," kata Megawati dalam pidatonya di PNU, Riyadh, Senin (9/2/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Pidato di Riyadh, Megawati: Separuh Kekuatan Bangsa Tak Boleh Dibiarkan di Pinggir Sejarah

Ia menyampaikan Al-Qur'an telah mengajarkan tentang prinsip kesetaraan manusia. Megawati mengutip surat An-Nisa ayat 1.

"Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwa seluruh manusia diciptakan dari satu jiwa yang sama. Prinsip ini menjadi dasar teologis bahwa perempuan dan laki-laki setara dalam martabat kemanusiaan," ujar dia.

Dia juga mengutip surat Al-Hujurat ayat 13 yang menurutnya kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, suku, atau kedudukan sosial, melainkan oleh ketakwaan dan tanggung jawab moral.

"Prinsip-prinsip ini tidak berhenti pada teks. Sejarah Islam menunjukkan praktek yang nyata," tutur Megawati.

Megawati lalu menceritakan kisah mengenai peran perempuan dalam masa awal Islam. Perempuan berkiprah di berbagai lini mulai dari pengusaha hingga periwayat hadis.

"Kita mengenal Khadijah binti Khuwailid sebagai pengusaha yang mandiri, sekaligus mitra intelektual dan moral Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Kita mengenal Aisyah binti Abu Bakar sebagai periwayat hadis dan rujukan keilmuan yang menjadi sumber pengetahuan umat hingga hari ini," tutur Megawati.

"Kita mengenal Ummu Salamah yang pemikirannya didengar dalam pengambilan keputusan penting umat Islam. Kita juga mengenal Nusaibah binti Ka‘ab yang menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menjaga komunitas Muslim pada masa awal Islam," sambung dia.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Israel Tegaskan Bisa Serang Iran Tanpa Persetujuan AS
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
APBN dan Amanat Konstitusi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Optimistis Jaga Defisit usai Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Soal PBI JK BPJS Nonaktif, Purbaya: Siap Dibantu 3 Bulan, Tapi Setelah Itu...
• 13 jam laludisway.id
thumb
Jababeka (KIJA) Pasang Target Marketing Sales Rp3,75 Triliun di 2026
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.