JAKARTA, KOMPAS.com – Darwin (32), korban penganiayaan mengaku sudah berkali-kali menegur tetangganya berinisial D di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, karena suara drum berisik.
"Sebenarnya sih simpel ya, ini masalah cuma dia (pelaku) berisik main drum. Terus saya sudah tegur lebih dari lima kali baik-baik, lewat RT sampai sudah sampai Satpol PP datang, tetap dia masih main," ujar Darwin saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (9/2/2026).
Menurut Darwin, suara bising drum itu telah mengganggu dirinya dan istrinya sejak Agustus 2025 lalu.
Upaya persuasif hingga melibatkan aparat lingkungan tak membuahkan hasil.
"Sudah lama sekali, dari bulan Agustus awal itu sudah tegur baik-baik. Dua kali teguran di tanggal berbeda, lalu panggil Satpol PP, tetap masih main empat kali di tanggal berbeda. Yang kelima lagi saya langsung samperin," jelasnya.
Baca juga: Pria di Jakbar Tegur Tetangga Suara Drum Bising: Istri Lagi Program Hamil Jadi Stres
Ia pun mengaku beberapa kali menegur dengan emosi karena istrinya sedang menjalani program hamil dan membutuhkan ketenangan.
"Akhirnya mungkin karena kami sudah emosi berbulan-bulan sampai empat bulan. Masalahnya, istri saya kan lagi program hamil, dia stres berat," ucap Darwin.
Janji Pasang Peredam
Darwin menceritakan, pelaku sempat berjanji akan memasang peredam suara untuk meredam kebisingan.
Namun janji itu dinilai Darwin hanya sekadar wacana yang tak kunjung terealisasi.
"Itu sudah mulai dari awal teguran dia mau pasang. Tapi sampai sekarang, dia sudah beberapa kali teguran sampai Satpol PP, dia bilang mau pasang tapi masih belum pasang," ujarnya.
Ketika akhirnya dipasang, Darwin menyebut suara bising drum masih terdengar jelas hingga ke dalam rumahnya.
"Terus mungkin di tanggal berapa dia pasang, tapi masih terdengar gitu. Jadi saya lapor masih kedengaran gitu loh ke dia," tambahnya.
Kemudian pelaku berinisial D pun sempat menantang untuk mendengar langsung suara drum dari dalam rumah Darwin.
Baca juga: Dianiaya Gegara Protes Suara Drum, Pria di Jakbar Juga Diancam Dibunuh Tetangga
Namun, D tak kunjung memenuhi ucapannya untuk merasakan langsung bisingnya suara drum dari dalam rumah Darwin.
"Bapaknya datang ke rumah malam-malam, katanya mau dengerin. Saya bilang, ya sudah langsung saja dengerin gitu. Eh dia bilang enggak mau, maunya besok," kata dia.