Bisnis.com, JAKARTA — Ketahanan sistem pasar modal menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya risiko serangan siber seiring percepatan transformasi digital industri keuangan.
Isu tersebut mengemuka dalam forum BNI Market Outlook 2026 yang digelar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) atau BNI, sebagai upaya memperkuat kesiapan infrastruktur dan tata kelola keamanan di ekosistem pasar modal nasional.
Diskusi tersebut menyoroti pentingnya penguatan cybersecurity untuk menjaga keandalan sistem perdagangan, kustodian, hingga layanan pendukung pasar modal. Hal ini seiring meningkatnya transaksi berbasis digital, risiko gangguan siber dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas dan kepercayaan investor apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Direktur Treasury & International Banking BNI Abu Santosa Sudradjat menyampaikan, diskusi yang digelar diharapkan memperkaya wawasan pelaku industri dan memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan.
“Kami berharap rangkaian diskusi ini memberikan insight bernilai, memperluas perspektif, serta semakin memperkuat sinergi antara regulator, perbankan, dan pelaku industri pasar modal,” ujar Abu Santosa dalam keterangan tertulis, Senin (9/2/2026).
Dalam sesi diskusi pembaruan keamanan dan regulasi siber yang menghadirkan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy dan Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI Dharma Setyadi, BEI dan KSEI memaparkan perkembangan kebijakan serta penguatan tata kelola keamanan siber.
Baca Juga
- Dorong Kelestarian Pesisir Bali, BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari
- Pembiayaan Berkelanjutan BNI Capai Rp197 Triliun di 2025
- Laba BNI (BBNI) Diprediksi Pulih pada 2026, Ditopang Akselerasi Pertumbuhan Kredit
Hal ini termasuk peningkatan awareness Cyber & IT bagi penyelenggara teknologi di industri pasar modal. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga keandalan sistem seiring meningkatnya risiko serangan siber.
Di sisi perbankan, Direktur Information & Technology BNI Toto Prasetio menegaskan kesiapan infrastruktur digital melalui BNI API Digital Services sebagai penyedia layanan teknologi bagi ekosistem pasar modal.
Adapun, dukungan ini mencakup peran BNI sebagai Bank Mitra Rekening Dana Nasabah (RDN) bagi perusahaan efek, dengan sistem yang dirancang aman, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan industri.
Selain penguatan layanan, BNI juga memberikan edukasi terkait potensi ancaman siber beserta strategi mitigasi untuk meningkatkan ketahanan sistem di era digital.





