Penembak Jenderal Rusia Mengaku Diperintah Ukraina, Dijanjikan Imbalan 30 Ribu Dolar AS

viva.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan para pelaku penembakan terhadap Letnan Jenderal Rusia Vladimir Alexeyev mengakui bahwa aksi tersebut dilakukan atas perintah Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dan dijanjikan bayaran sebesar 30.000 dolar AS (sekitar Rp480 juta). 

Dalam keterangan resminya, FSB menyebut para tersangka telah memberikan kesaksian rinci mengenai persiapan dan pelaksanaan percobaan pembunuhan terhadap perwira tinggi Rusia tersebut. Informasi itu kemudian dirangkum oleh kantor berita TASS, Senin, 9 Februari 2026.

Baca Juga :
Kremlin: Dokumen Epstein Ungkap "Wajah Asli" Elit Barat
Iran "Lapor" Rusia dan China soal Hasil Negosiasi Nuklir dengan AS

"Para tahanan telah mengakui dan memberikan rincian persiapan upaya pembunuhan terhadap Alexeyev, yang dilakukan atas perintah dari Dinas Keamanan Ukraina," kata FSB.

FSB mengungkapkan, pelaku utama penembakan adalah Lyubomir Korba, yang disebut direkrut oleh SBU pada Agustus 2025. Korba mengaku menerima pelatihan penggunaan senjata api di sebuah lapangan tembak di Kiev. Menurut FSB, proses perekrutan Korba turut difasilitasi oleh badan intelijen Polandia.

Setelah direkrut, Korba disebut melakukan pengamatan terhadap sejumlah perwira militer berpangkat tinggi di Wilayah Moskow. SBU kemudian memberikan senjata kepadanya melalui sebuah tempat penyimpanan (stash) di luar Moskow.

FSB juga menyebut keterlibatan Zinaida Serebritskaya, seorang perempuan yang menyewa apartemen di gedung tempat Jenderal Alexeyev tinggal. Melalui tempat penyimpanan yang sama, Serebritskaya diduga mengirimkan kunci elektronik pintu depan gedung tersebut kepada Korba untuk memudahkan akses.

Selain itu, Viktor Vasin turut ditahan karena diduga terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut. Menurut FSB, Vasin merupakan pendukung Yayasan Anti-Korupsi yang di Rusia telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Dalam pengakuannya, para tersangka menyebut SBU menjanjikan imbalan sebesar 30.000 dolar AS kepada Korba jika berhasil membunuh Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev. FSB menegaskan para pelaku telah mengakui bertindak atas perintah langsung badan intelijen Ukraina.

Percobaan pembunuhan terhadap Alexeyev terjadi pada 6 Februari di sebuah gedung apartemen di wilayah barat laut Moskow. Dalam insiden tersebut, pelaku menembakkan senjata api beberapa kali ke arah korban.

FSB menyatakan Korba, warga negara Rusia kelahiran 1960, sempat melarikan diri ke luar negeri sebelum akhirnya ditangkap di Dubai dengan bantuan aparat penegak hukum Uni Emirat Arab (UEA). Ia kemudian diekstradisi ke Rusia. Sementara itu, Viktor Vasin ditahan di Moskow, dan Zinaida Serebritskaya dilaporkan melarikan diri ke Istanbul sehari sebelum serangan terjadi.

Baca Juga :
Pelaku Penembakan Jenderal Intelijen Rusia Ditangkap di Dubai
Kremlin Tuduh 'Teroris' Ukraina Pelaku Penembakan Jenderal Intelijen Rusia
Jenderal Pentolan Intelijen Rusia Ditembak OTK di Moskow, Kondisi Kritis

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Resmi! PSBS Tunjuk Mantan Nakhoda PSS Sebagai Pelatih Anyar: Harapan Baru Menjauh dari Jurang Degradasi
• 4 jam lalubola.com
thumb
Timnas Indonesia U-17 Dihajar China, Media Vietnam Kutip Pengakuan Blak-blakan Nova Arianto
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Bocah SD Tewas Tertabrak Kereta di Parung Panjang, Terlempar hingga 30 Meter Saat Pulang Sekolah
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta Bakal Dikoordinasikan dengan Danantara
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Meski Ukir 7 Penyelamatan, Emil Audero Tetap Kena Sentil Media Italia usai Cremonese Ditekuk Atalanta
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.