Pemerintah berencana membangun rumah susun (rusun) di kawasan Meikarta milik Lippo Group. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan sudah berkoordinasi dengan Danantara soal rencana ini.
Rusun akan dibangun di atas lahan 30 hektare yang merupakan tanah hibah. “Dan nanti bagaimana pembangunannya, saya sudah dapat arahan untuk berkoordinasi dengan Pak Rosan Danantara. Saya sudah rapat nanti bagaimana pembiayaannya, bagaimana tapi tanahnya hibah 30 hektare,” kata Ara dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (10/2).
Ara sudah mengecek bakal lokasi rusun subsidi tersebut. Menurut dia, tempatnya cukup strategis dan bisa menempuh berbagai fasilitas dalam waktu 10 menit. Targetnya rampung di tahun 2028.
“Rencananya bulan Agustus (2026) kita sudah naik ke atas (dibangun) dan doakan bulan Agustus 2028, kita sudah menyerahkan,” ujarnya.
Dari lahan seluas 30 hektare itu, akan dibagi tiga bagian yang berbeda masing-masing 10 hektare. Nantinya, pada setiap lahan akan dibangun 18 tower rusun dengan 30 lantai.
“Rencananya, setiap lokasi 18 tower, setiap tower 30 lantai, ada tiga model, satu kamar, dua kamar, tiga kamar. Ukurannya kira-kira 25, 35, 45. Jadi ini akan menjadi ekosistem yang baik,” kata Ara.
Selain mulai membangun rusun subsidi di Meikarta, tahun ini Ara juga akan mulai merenovasi rumah swadaya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program itu akan dimulai pada Maret 2026.
"Kami siap untuk menjalankan langsung program BSPS. Ya, mulai Maret akhir. Jadi silakan ya, mulai Maret akhir. Sesuai janji kami, kita gaspol mulai Maret akhir,” ujar Ara.
Dengan berbagai program yang ada, Ara juga menjelaskan kini Kementerian PKP sedang menuju pencapaian 2 juta rumah satu tahun.





