Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada 2026 akan tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi global. Secara tahunan (year-on-year/YoY), ekonomi Jakarta pada 2026 diproyeksikan akan tumbuh di kisaran 4,8 hingga 5,6 persen dengan inflasi yang tetap terkendali.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan prospek pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, terutama pada triwulan I 2026 seiring berlangsungnya momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Advertisement
“Untuk pertumbuhan ekonomi Jakarta, terutama pada Triwulan I (Q1) 2026, kami perkirakan akan meningkat. Hal ini didorong oleh konsumsi yang akan meningkat tinggi mengingat adanya HBKN. Ada Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri,” kata Iwan di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurut Iwan, banyaknya hari libur pada periode HBKN secara historis akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jakarta karena terjadinya peningkatan belanja masyarakat.
“Ini akan mendorong pertumbuhan, terutama pada aspek investasi, perdagangan, dan transportasi di Q1 2026,” ujar Iwan.
Selain konsumsi, BI juga meyakini bahwa inflasi Jakarta di sepanjang 2026 juga akan tetap terjaga dengan baik.
“Berbicara mengenai outlook inflasi 2026, kami masih meyakini bahwa kita akan bisa menjaga inflasi tahun 2026 berada pada rentang 2,5 persen plus minus 1 persen,” kata Iwan.




