Pendataan Lahan Pertanian Terdampak Banjir di Kalsel Masih Berjalan

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Rasyidi

TVRINews, Banjarmasin

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menyampaikan bahwa pendataan lahan pertanian yang terdampak banjir beberapa waktu lalu masih terus dilakukan. 

Pendataan tersebut menjadi dasar penting dalam menyusun data dampak banjir guna menentukan langkah penanganan dan pemulihan sektor pertanian secara tepat.

Hal tersebut disampaikan Syamsir Rahman pada Senin, 9 Februari 2026. Ia menjelaskan, hingga kini di sejumlah wilayah terdampak masih belum memungkinkan dilakukan penanaman kembali karena kondisi air yang belum surut sepenuhnya.

“Di beberapa lokasi, air masih tinggi sehingga penanaman maupun pengolahan lahan belum bisa dilakukan,” ujarnya.

Syamsir mengatakan, pendataan lahan terdampak dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petugas penyuluh pertanian, aparatur pemerintah daerah, hingga pemerintah desa. 

Data yang dihimpun akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi teknis bidang pertanian sebagai dasar penentuan langkah pemulihan.

“Kita sekarang sedang melakukan pemulihan, tapi tidak hanya dilakukan oleh provinsi, melainkan juga kabupaten dan kota. Lahan yang terendam cukup banyak, sekitar seribuan, tetapi sebagian sudah ada yang dikerjakan oleh petani secara mandiri,” kata Syamsir.

Ia menambahkan, sebagian lahan lainnya masih terus dipantau karena belum memungkinkan untuk dilakukan pengolahan maupun penanaman kembali. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, akan mendorong percepatan pemulihan melalui peran penyuluh pertanian.

“Sisanya masih kami monitoring karena memang belum bisa dilakukan penanaman. Nanti pendampingan dari provinsi akan didorong melalui penyuluh pertanian, Petugas Penyuluh Pertanian Utama, serta bekerja sama dengan kepala desa,” jelasnya.

Pemerintah daerah berharap pendataan yang akurat dapat mempercepat proses pemulihan sektor pertanian pascabanjir, sekaligus meminimalkan kerugian petani dan menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Fokus Tumbuhkan Empati Anak, Trehaus School Jakarta Gelar Workshop PAUD Bersama ANPS
• 11 jam laludisway.id
thumb
Bak Gengster, 2 Kelompok Remaja Bawa Sajam Tawuran di Sawangan Depok, 1 Ditangkap Warga
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Video: MA Lantik Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Arteta: keunggulan 9 poin tak berarti apa-apa, kami harus terus menang
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Siapkan Perpres untuk Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.