Fokus Tumbuhkan Empati Anak, Trehaus School Jakarta Gelar Workshop PAUD Bersama ANPS

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Trehaus School Jakarta, bersama dengan  Association of National and Private Schools (ANPS), sukses menyelenggarakan Workshop Pendidikan Anak Usia Dini pada hari Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Trehaus School Jakarta, Sentral Senayan I. 

Workshop yang berlangsung selama setengah hari ini mempertemukan para orang tua, pendidik, dan praktisi pendidikan anak usia dini untuk memperdalam pemahaman mereka tentang pembelajaran sosial-emosional (social-emotional learning/SEL) serta kecerdasan emosional pada anak melalui dua sesi.

BACA JUGA:50 Kode Redeem Hari Ini 9 Februari 2026 Spesial Valentine, Serbu Hadiah Baru Gratis!

BACA JUGA:6 Lokasi Nonton Barongsai di Jakarta 2026 Terbaru Lengkap Jadwal Pertunjukannya, Saksikan Atraksi Liong Dance hingga Bian Lian

Sesi pertama, yang bertema “Raising Emotionally Intelligent Children Through Mindfulness” dipandu oleh Shareen Ratnani, Kepala Program di ANPS sekaligus Wakil Presiden Pendidikan di Kipinä Asia.

Dalam sesi ini dibahas bagaimana praktik kesadaran diri atau mindfulness dapat diintegrasikan ke dalam interaksi sehari-hari guna membantu anak mengembangkan kesadaran emosional, kemampuan regulasi diri, dan ketangguhan sejak usia dini.

Sesi kedua, “The Heart of Social-Emotional Learning: Connecting Deeply with Young Children,” disampaikan oleh Elizabeth Wu, Co-founder dan COO Trehaus. 

Ia menyoroti pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat antara orang dewasa dan anak, dengan menekankan peran mendengarkan secara aktif, kehadiran penuh, serta komunikasi sebagai landasan atau fondasi pembelajaran yang efektif dan perkembangan emosional yang sehat.

BACA JUGA:Pasien Cuci Darah Tembus 200 Ribu Orang, Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan

BACA JUGA:Rayakan 85 Tahun di IIMS 2026, Jeep Tampilkan Lini Wrangler dan Gladiator!

“Pembelajaran sosial-emosional (SEL) dimulai ketika pendidik menyadari bahwa alat SEL paling kuat di dalam kelas adalah diri mereka sendiri – pendidik yang hadir dalam momen-momen keseharian yang bermakna bagi anak,” ujar Elizabeth Wu. 

“Melalui workshop ini, para pendidik diajak untuk kembali pada inti dari pembelajaran sosial-emosional, yaitu mendengarkan dengan penuh perhatian, berkomunikasi dengan empati, serta menanggapi kebutuhan anak dengan cara yang membangun kepercayaan, ketangguhan, dan hubungan yang bermakna.”

Sesi ini juga memperkenalkan strategi Komunikasi Tanpa Kekerasan (Non-Violent Communication), yang membekali pendidik untuk mengenali emosi mendasar anak, menghadapi interaksi yang menantang dengan penuh perhatian, serta memperkuat rasa percaya diri dan koneksi di dalam kelas.

Shareen Ratnani menambahkan, “Di tengah dunia yang serba cepat, mindfulness mengajarkan satu keterampilan penting kepada anak yaitu bagaimana cara berhenti sejenak, bernapas, dan membuat pilihan. Ini adalah keterampilan hidup yang dimulai sejak usia dini.”

BACA JUGA:Maxus Tampilkan Mifa 7 dan 9 di IIMS 2026, Tegaskan Komitmen Mobilitas EV yang Relevan

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Masih Rawan Koreksi Hari Ini (9/2), Cek Rekomendasi Saham PNLF, ADRO & AMRT
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Kinerja Solid, BSI Raup Laba Rp7,57 Triliun Sepanjang 2025
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iklan Medsos Jadi Ladang Penipuan Modus Baru, Awas Duit Dikuras
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
9 Titik Kawasan Komersial Transit MRT, Ada yang Tembus 2 Hotel di Bundaran HI
• 13 menit lalumerahputih.com
thumb
Gerakan 1.000 Pohon Mapala Piranha, Wujud Nyata Program ULM Berdampak di Kalimantan Selatan
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.