KENDARI, KOMPAS.TV - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sumangerukka meminta para orang tua melarang anaknya berjualan di pinggir jalan raya. Sebab, berjualan di pinggir jalan raya berisiko bagi anak-anak.
Hal tersebut disampaikan Andi usai mengunjungi keluarga anak berusia 10 tahun yang tewas ditabrak alat berat di Kendari, Sulawesi Tenggara. Anak SD itu ditabrak saat berjualan tisu di lampu merah pada 29 Januari 2026.
"Jadi, kita mengimbau ke depan supaya tidak melakukan lagi, membiarkan anaknya jualan di pinggir jalan, ada risikonya," kata Andi dalam program "Kompas Petang" KompasTV, Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Anak WNI Tewas Jadi Korban Kecelakaan di Singapura, sang Ibu Masih Dirawat
Andi menambahkan, Pemprov Sultra akan memfasilitasi pekerjaan bagi orang tua korban. Gubernur Sultra itu pun menyampaikan pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial bagi warga membutuhkan secara tepat sasaran.
"Diyakinkan bahwa bansos itu tepat sasaran, masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan," kata Andi.
Sementara itu, ibu korban, Nurhana, mengatakan anaknya berjualan tisu untuk membantu ekonomi keluarga. Nurhana mengaku ekonomi keluarganya dalam kondisi sulit, terlebih setelah tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah.
"Sebetulnya ekonominya sangat susah, apalagi setelah tidak dapat bantuan dari PKH (Program Keluarga Harapan)," kata Nurhana.
Sebelumnya, Polresta Kendari dilaporkan telah menangkap operator alat berat berinisial ZA. Pelaku dilaporkan kabur setelah menabrak korban di perempatan Wua-Wua, Kota Kendari.
Baca Juga: Jejak Tangan di Sulawesi Diduga Kuat Seni Gua Tertua yang Pernah Ditemukan
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- anak penjual tisu
- tewas ditabrak alat berat
- gubernur sultra
- penjual tisu
- anak berjualan





