jpnn.com - JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menunjukkan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan bencana, yang diwujudkan dalam bentuk penanaman pohon untuk penghijauan.
Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara, Pertamina menggelar program penanaman 1.300 pohon saninten (castanopsis argentea), jenis pohon endemik Jawa Barat, serta tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) seperti kopi, alpukat, dan jeruk di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
BACA JUGA: INACRAFT 2026: UMKM Pertamina Laris Manis Digemari Buyer Asing Hingga Tembus Transaksi Miliaran
"Program ini dilakukan bekerja sama dengan Komunitas Saninten Indonesia, serta melibatkan petani lokal yang berperan sebagai Local Biodiversity Champion," kata Supervisor Maintenance PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara Boy Presley Panjaitan, Senin (9/2).
Para petani tersebut sebelumnya telah menjalani serangkaian focus group discussion (FGD) dan edukasi, dengan memanfaatkan pengetahuan lokal dan pengalaman bertani mereka untuk mendukung keberlanjutan program konservasi.
BACA JUGA: Digemari Buyer Asing, UMKM Pertamina Catat Transaksi Miliaran di INACRAFT 2026
Dalam acara tersebut, hadir berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana, Sekretaris Camat Cimenyan, Cucu Suanda, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Mekarmanik, Yadi Supriadi, serta Boy Presley Panjaitan.
Partisipasi generasi muda juga terlihat melalui kehadiran mahasiswa dari Palawa Universitas Padjadjaran, Himpunan Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan SBSM Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos).
BACA JUGA: Pertamina Inisiasi Program UMiMAX: Jalan Ninja Pelaku Usaha Ultra Mikro Menjadi Besar
Adapun Dodit Ardian Pancapana dalam sambutannya menekankan pentingnya penanaman pohon keras di kawasan pertanian lereng. Menurut dia, keberadaan pohon keras seperti saninten sangat vital dalam menjaga kualitas tanah serta keseimbangan ekosistem.
"Penanaman pohon keras di antara tanaman sayuran sangat penting untuk menjaga kualitas tanah dan keseimbangan lingkungan," ujar Dodit.
Boy Presley Panjaitan menambahkan bahwa program konservasi saninten ini memiliki makna yang lebih luas. Konservasi saninten ini bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi juga bagian dari upaya mitigasi bencana di Bandung Utara. "Pohon saninten memiliki perakaran yang kuat, mampu menahan tanah, dan mendukung ekosistem di sekitarnya,” ujar Boy.
Salah satu petani lokal, Oyot, yang turut berperan sebagai Local Biodiversity Champion, mengungkapkan kegembiraannya atas program ini. Penanaman saninten ini sangat membantu mengembalikan keberadaan pohon keras di lahan yang kian terdegradasi.
"Sekarang banyak lahan yang sudah kritis dan pohon keras makin berkurang, karenanya program ini sangat membantu," ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB Susanto August Satria mengatakan bahwa program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"Program penanaman pohon saninten ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian alam dan ketahanan lingkungan di Bandung Utara," katanya. (esy/jpnn)
Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad




