VIVA – Pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) mengungkapkan pengakuannya usai menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang pria yang disebut sebagai oknum anggota TNI di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Insiden yang terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026 itu bermula dari kesalahpahaman soal titik lokasi tujuan penumpang.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, Hasan menceritakan bahwa malam itu ia menerima order penumpang perempuan bernama Nur dari Jalan Mawar menuju Jalan Haji Lebar, Srengseng, Kembangan. Namun, alamat yang tercantum di aplikasi disebut tidak sesuai sehingga ia harus mencari lokasi yang tepat.
"Saya dari Jalan Mawar itu lagi on bid (mencari orderan masuk), dapat penumpang ibu-ibu sendirian, minta diantar ke Jalan Haji Lebar, rumah pelaku, tapi dia enggak tahu jalan," katanya.
Hasan menjelaskan bahwa penumpangnya juga tidak mengetahui arah yang benar, sehingga ia mengikuti titik lokasi dalam aplikasi hingga akhirnya tiba di tempat yang disebut bukan tujuan sebenarnya.
"Sampai di lokasi tujuan, penumpang saya mengatakan bahwa rumahnya bukan ini. Terus dia sering dipanggil ke sana, cuma dia enggak tahu jalan. Saya konfirmasi jalannya ke mana, dia enggak tahu juga," ucapnya.
Penumpang kemudian memberikan fitur berbagi lokasi dari pelaku, namun titik tersebut tidak dapat dibuka. Hasan pun mencoba menelusuri peta hingga menemukan titik lain di Jalan Kecapi, Meruya Utara, sekitar dua kilometer dari lokasi awal.
"Pas saya coba buka, ternyata titiknya enggak jauh, sekitar dua kilo. Ya udah saya antar aja lah ke sana. Tapi belum nemu juga rumahnya yang mana," jelasnya.
Korban Dimaki-maki dan DianiayaSesampainya di Jalan Kecapi, Hasan meminta penumpang menelepon pelaku untuk memastikan alamat. Ketika sambungan telepon diberikan kepadanya, ia mengaku justru mendapat respons kasar. "Saya bilang, 'Pak, saya di Jalan Kecapi nih, rumah Bapak ke mana lagi ya?," Hasan bertanya.
"Terus dia jawabannya malah kasar, marah-marah. 'Ngapain kamu di Jalan Kecapi? Situ kan udah saya share-loc!," sambungnya.
Hasan mengaku tetap mencoba menjelaskan dengan tenang, tetapi pelaku semakin emosi.





