Israel Ultimatum AS: Jika Kalian Tak Serang Iran, Kami Sendiri yang Akan Serang!

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Israel menyatakan telah memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan menyerang Iran jika AS tak kunjung menyerang Teheran. Pejabat pertahanan Israel seperti dilansir The Jerussalem Post, mengatakan Tel Aviv akan melancarkan serangan terhadap Iran tanpa persetujuan AS karena ancaman rudal balistik Iran nyata bagi mereka. 

"Kami telah memberi tahu pihak Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melampaui garis merah yang kami tetapkan terkait rudal balistik," kata sumber tersebut 

Baca Juga :
8 Negara Muslim Termasuk RI Mengecam Keras Upaya Israel Caplok Tepi Barat
Venezuela Bebaskan 35 Oposisi Tahanan Politik Buat Perkuat Hubungan dengan AS

Menurut laporan itu, para pejabat Israel menyampaikan kepada mitra mereka di AS bahwa program pengembangan dan produksi rudal balistik Iran merupakan ancaman eksistensial bagi otoritas tersebut.

Negara-negara Barat dan juga Israel, menganggap persenjataan rudal balistik Iran sebagai ancaman militer konvensional terhadap stabilitas kawasan.

Diketahui, Iran memiliki persediaan rudal balistik terbesar dan memiliki daya jelajah maksimal di Timur Tengah. Rudal-rudal Iran memiliki jangkauan yang ditetapkan sendiri sejauh 2.000 km. Artinya rudal Iran mampu menjangkau dan menghancurkan Israel.  

Dalam beberapa pekan terakhir, niat Israel untuk menggagalkan rencana pengembangan rudal Iran telah disampaikan kepada militer AS melalui berbagai jalur, termasuk mendesak AS memasukkan program rudal balistik Teheran bagian dari perundingan terbaru dalam pembicaraan di Oman.

Selain menekan AS, militer Israel disebut telah menyiapkan rencana operasional, termasuk opsi serangan terhadap fasilitas-fasilitas produksi utama rudal balistik Iran.

Sebelumnya, Iran kemungkinan bersedia menghentikan sementara program nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi oleh Amerika Serikat, demikian dilaporkan The New York Post pada Jumat, dengan mengutip sejumlah pejabat Iran.

Menurut surat kabar tersebut, para diplomat AS dan Iran sedang bertemu di Oman untuk membahas situasi di Timur Tengah dan mencegah eskalasi di kawasan tersebut. Pertemuan ini menandai negosiasi pertama setelah jeda berbulan-bulan yang dipicu oleh fase terbuka konflik Iran-Israel pada Juni 2025, setelah lima putaran konsultasi sebelumnya.  

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara tim AS dipimpin oleh utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff. Menjelang pembicaraan pada Jumat, kedua delegasi mengadakan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi, menurut laporan dari media pemerintah Iran.  

Baca Juga :
Trump dan Umpan Clickbait Geopolitik
Iran "Lapor" Rusia dan China soal Hasil Negosiasi Nuklir dengan AS
Iran Siap Terima Kesepakatan Nuklir, tapi Tolak Nol Pengayaan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bakal Ada TransJ, Kamu Pilih Naik Apa ke Bandara?
• 14 jam laludetik.com
thumb
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1.748 Botol Arak Bali di Bakauheni, Lampung
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Peta Persaingan DCII, EDGE, DSSA, TLKM, MPLT di Bisnis Data Center
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi
• 9 jam lalubola.com
thumb
Hari Pers Nasional, Mensesneg: Mari Jaga Pilar Kemajuan Bangsa
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.