Raja Charles III mengaku prihatin atas tuduhan bahwa saudaranya, mantan Pangeran Andrew, diduga terlibat dalam skandal Jeffrey Epstein. Dia juga mendukung kepolisian menyelidiki kejahatan seksual tersebut.
"Raja telah menjelaskan... keprihatinannya yang mendalam atas tuduhan yang terus muncul terkait perilaku Tuan (Andrew) Mountbatten-Windsor," kata istana dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Selasa (10/2/2026).
"Meskipun klaim spesifik yang dimaksud adalah tanggung jawab Tuan Mountbatten-Windsor, jika kami didekati oleh Kepolisian Thames Valley, kami siap mendukung mereka seperti yang Anda harapkan," tambahnya.
Pada November tahun lalu, sejumlah anggota komite Kongres AS yang menyelidiki kasus Epstein menyerukan agar Andrew menjawab sejumlah pertanyaan.
Raja Charles telah melucuti gelar pangeran dari Andrew dan mengusirnya dari kediaman resminya di Kastil Windsor pada November lalu, setelah terungkap hubungannya dengan Epstein.
Mantan pangeran berusia 65 tahun itu kini menggunakan nama keluarga Andrew Mountbatten-Windsor. Dia membantah telah melakukan pelanggaran hukum terkait hubungannya dengan Epstein, dan sebelumnya membantah terus menjalin kontak dengannya setelah Epstein dihukum pada tahun 2008, kecuali kunjungan ke New York pada tahun 2010 untuk mengakhiri hubungan mereka.
Namun dokumen-dokumen yang dirilis ke publik mengungkapkan bahwa Andrew tetap menjalin kontak secara rutin dengan Epstein setelah dia divonis, termasuk membahas potensi kesepakatan bisnis dan pertemuan sosial.
Andrew belum memberikan tanggapan terbaru terkait dokumen-dokumen kasus Epstein yang dirilis AS pekan lalu. Istana Buckingham menolak untuk berkomentar.
Dalam beberapa email dalam berkas kasus tersebut, Epstein dan Andrew tampak membahas wanita-wanita yang diusulkan oleh mantan pemodal terkemuka AS tersebut untuk dikenalkan kepada sang Pangeran Inggris. Dalam salah satu emailnya, Epstein bahkan menawarkan untuk membawa tiga wanita ke Istana Buckingham.
(azh/azh)





