Jakarta, tvOnenews.com - Penjaga gawang timnas Indonesia, Emil Audero, tampil heroik saat membela Cremonese meski timnya harus mengakui keunggulan Atalanta pada lanjutan Liga Italia Serie A 2025/2026.
Berkat sejumlah penyelamatan krusial, Audero sukses mencegah kekalahan yang lebih telak.
Dalam pertandingan yang berlangsung di kandang Atalanta, Selasa (10/2/2026) dini hari WIB, tuan rumah menundukkan Cremonese dengan skor 3-0.
Meski kalah, sorotan justru tertuju pada penampilan gemilang Emil Audero yang menjadi benteng terakhir tim tamu.
Sejak menit awal laga, Atalanta langsung tampil menekan. Sejumlah peluang berbahaya tercipta melalui tembakan jarak dekat Giacomo Raspadori hingga sundulan keras Berat Djimsiti yang mengarah ke pojok atas gawang. Namun, Emil Audero tampil luar biasa dengan refleks cepat dan posisi yang tepat.
Kiper berdarah Indonesia itu tercatat melakukan sedikitnya empat penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas Raspadori pada menit ke-9, menepis sundulan Djimsiti, serta kembali menahan tembakan sulit Raspadori pada menit ke-35. Aksi-aksi tersebut memperlihatkan kualitas Emil Audero sebagai penjaga gawang level Eropa.
Meski demikian, tekanan bertubi-tubi Atalanta akhirnya membuahkan hasil. Gol pembuka tercipta pada menit ke-13 melalui Nikola Krstovic, sebelum Davide Zappacosta menggandakan keunggulan pada menit ke-25 lewat sepakan dari sudut sempit yang tak mampu dijangkau Audero.
Cremonese juga mendapat pukulan tambahan ketika Federico Ceccherini harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan Filippo Terracciano pada menit ke-40.
Sementara itu, Cremonese hanya bisa mencetak gol pada menit ke-90+4 berkat Thorsby
Sebelumnya, Atalanta sendiri datang ke laga ini dengan modal positif.
Tim asuhan Raffaele Palladino sebelumnya meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Juventus di Coppa Italia, serta menahan imbang Como 0-0 meski bermain dengan 10 pemain di Serie A. Hasil tersebut menjaga posisi La Dea di peringkat ketujuh klasemen sementara dan tetap berada dalam persaingan papan atas.
Sementara itu, Cremonese masih berada dalam situasi sulit. Tim asuhan Davide Nicola hanya mengoleksi dua poin dari tujuh laga terakhir dan kini tertahan di posisi ke-16 klasemen, berjarak lima poin dari zona degradasi.




