TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kebakaran gudang pestisida di wilayah Pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (9/2/2026), tak hanya menyisakan bangunan hangus.
Api yang menyala sejak dini hari itu meninggalkan dampak lanjutan yang merembet hingga ke lingkungan sekitar.
Aliran sungai tercemar, ratusan ikan mati mengapung. Warga pun diimbau menjauhi air sungai yang diduga terkontaminasi zat kimia berbahaya.
Api menyala sejak subuh
Kebakaran terjadi pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama.
Saat itu asap tebal pertama kali terlihat oleh petugas keamanan, yang selanjutnya dilaporkan ke Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tangsel.
“Kita terima laporan jam 04.30 WIB, kemudian langsung dilakukan pemadaman,” kata Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Tangsel, Omay Komarudin, saat dikonfirmasi, Senin.
Dokumentasi petugas damkar Tangsel. Petugas pemadam kebakaran Tangsel membutuhkan dua truk pasir untuk memadamkan api di Gudang Pestisida, Tangsel, Senin (9/2/2026).
Sebanyak 14 unit pemadam kebakaran dikerahkan, termasuk dua unit bantuan dari Bumi Serpong Damai (BSD) serta dua unit tangki penyuplai air.
Proses pemadaman berlangsung selama berjam-jam karena material yang terbakar merupakan bahan kimia berbahaya.
Asap beracun dan ancaman ledakan
Petugas pemadam kebakaran menghadapi risiko besar saat menangani api.
Selain asap pekat yang beracun, gudang tersebut menyimpan pestisida dalam kemasan kaleng yang berpotensi meledak saat terpapar panas tinggi.
"Kaleng pestisida kalau panas bisa menimbulkan letusan. Bukan ledakan besar, tapi tetap berbahaya, makanya pemadaman dilakukan pelan-pelan," ujar Danton Damkar Tangsel, Sahroni.
Oleh karena itu, petugas melakukan pemadaman secara bertahap dan berhati-hati.
Sementara itu, Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan, proses pemadaman oleh petugas damkar dilakukan dengan cara yang berbeda, yakni dengan menggunakan pasir.
Alasannya karena zat kimia yang terbakar merupakan pestisida cair dan serbuk sehingga pemadaman dilakukan tidak bisa menggunakan air biasa.