Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan panduan terbaru bagi kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz, Iran. Hal ini menyusul meningkatnya ketegangan dengan Teheran.
Departemen Transportasi Amerika Serikat, Maritime Administration (MARAD) mengimbau kapal dagang berbendera negaranya agar berlayar sejauh mungkin dari perairan teritorial dari Iran.
Baca Juga: Rusia Kegirangan Lihat Elit Politik Barat Kelakuannya Mencerminkan Penganut Satanisme
MARAD menyarankan awak kapal untuk menolak secara lisan apabila diminta oleh pasukan negara terkait untuk naik ke kapal. Namun, awak diingatkan agar tidak melakukan perlawanan fisik jika proses pemeriksaan tetap dilakukan oleh Iran.
“Jika pasukan mereka menaiki kapal dagang, awak kapal tidak boleh melakukan perlawanan dengan kekerasan,” demikian bunyi panduan tersebut.
Langkah ini diambil di tengah ketegangan diplomatik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran. AS dalam hal ini memperingatkan adanya risiko pesar pembajakan kapal yang dilakukan oleh Iran.
Adapun Amerika Serikat dan Iran tengah melakukan perundingan terkait dengan pengembangan teknologi nuklir yang dilakukan oleh Iran.
Pertemuan baru-baru ini sempat meredakan kekhawatiran soal konflik terbuka. Namun, Amerika Serikat menegaskan bahwa pembicaraan tidak hanya mencakup isu nuklir, tetapi juga program rudal balistik, dukungan terhadap kelompok bersenjata dalam kawasan serta isu hak asasi manusia di Iran. Teherean sendiri ingin pembahasan untuk fokus terkait dengan isu nuklir.
Iran diketahui, sebelumnya beberapa kali mengancam akan menutup jalur dari Selat Hormuz. Ia merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Baca Juga: In Memorian Agus Widjojo: Pemikiran Bernas Sang Jenderal Intelektual
Teheran juga tercatat pernah menyita kapal dagang dan tanker minyak dalam kawasan tersebut dengan tuduhan penyelundupan.





