Megawati: Perempuan Harus Memiliki Ruang, Perlindungan dan Kesempatan yang Sama!

okezone.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri menyatakan, pemberdayaan perempuan merupakan faktor penentu kualitas negara dan pemerintahan. Menurut dia, negara yang mengecualikan perempuan dari ruang pengambilan keputusan berisiko kehilangan keseimbangan sosial, moral, dan peradabannya.

Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam pidato ilmiah saat menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University, Arab Saudi.

Megawati tercatat sebagai tokoh pertama di luar warga negara Arab Saudi yang menerima gelar kehormatan dari universitas perempuan terbesar di dunia tersebut.

Baca Juga :
Megawati Cerita soal Sayyidah Khadijah dan Aisyah saat Bicara Pemberdayaan Perempuan

“Negara yang besar adalah negara yang mampu menghimpun seluruh potensi kemanusiaannya. Negara yang kuat adalah negara yang tidak membiarkan separuh dari kekuatan sosialnya berada di pinggir sejarah,” kata Megawati, dikutip Selasa (10/2/2026).

Megawati menegaskan bahwa pengalamannya di pemerintahan menunjukkan keterlibatan perempuan berpengaruh langsung terhadap kualitas kebijakan publik. Ia menyebut, pemerintahan yang adil dan efektif tidak dapat dibangun dengan mengecualikan perempuan dari proses pengambilan keputusan.

Ketua Umum DPP PDIP itu juga menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak boleh dipersempit pada persoalan keterwakilan jabatan semata. Menurutnya, yang lebih penting adalah keterlibatan perempuan secara bermakna dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan negara.

Baca Juga :
Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas di Arab Saudi

Negara, kata dia, harus memastikan bahwa perempuan memiliki ruang, perlindungan, dan kesempatan yang setara dalam seluruh aspek kehidupan bernegara.

Megawati mengaitkan isu pemberdayaan perempuan dengan prinsip keadilan yang bersifat universal. Ia menegaskan bahwa peradaban yang menyingkirkan perempuan dari pusat tanggung jawab publik pada akhirnya akan kehilangan keseimbangan dan legitimasi moralnya sendiri.

 

Baca Juga :
Megawati Usul PBB Segera Buat Hukum Internasional soal AI


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Foto: Belajar Tak Kenal Usia, Sekolah Lansia Jambi Wisuda 158 Peserta
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Tahan Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Terkait Penipuan dan TPPU
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
AFC Denda PSSI Rp235 Juta Akibat 2 Kasus di Piala Asia Futsal 2026
• 20 jam lalubola.com
thumb
Amien Rais Nilai Jokowi Menuju Kepunahan Politik, PSI dan Gibran Disinggung
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Kronologi Perahu Sound Horeg 1 Ton Tenggelam saat Tradisi Nyadran di Sidoarjo, Penumpang Panik Selamatkan Diri
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.