Kronologi Perahu Sound Horeg 1 Ton Tenggelam saat Tradisi Nyadran di Sidoarjo, Penumpang Panik Selamatkan Diri

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Sebuah perahu pengangkut sound horeg 1 ton tenggelam saat tradisi nyadran jelang Ramadan 2026. Insiden itu terjadi di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu, (7/2/2026).

Video jatuhnya perahu pengangku sound horeg itu sempat viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun @jakartanewsreborn. Di unggahan itu, tampak sebuah perahu tengah mengangkut sound horeg yang sangat besar.

Terlihat, di atas sound horeg itu ada empat orang yang berdiri dan duduk. Sementara penumpang lain ada di bawah sound horeg.

Namun siapa sangka, saat perjalanan, tetiba perahu pengangkut sound horeg itu mendadak oleng ke kanan dan ke kiri. Setelah kehilangan keseimbangan, sound horeg itu langsung jatuh dan tenggelam.

Para penumpang langsung kocar-kacir menyelamatkan diri. Dilansir Kompas.com, kronologi perahu sound horeg 1 ton tenggelam saat tradisi nyadran itu bermula saat warga sedang menggabungkan sound horeg ukuran besar di atas dua perahu.

Akan tetapi salah satu perahu tak kuat menahan beban hingga akhirnya mengalami kemiringan. Hal itu diungkap oleh Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono.

Ia menyebut kejadian itu terjadi di bantaran sungai sekitar pukul 16.30 WIB. AKP Imam juga menjelaskan seluruh komponen sound horeg termasuk lighting dan dua perahu ikut tenggelam.

“Kejadiannya di bantaran Sungai Balongdowo sekitar pukul 16.30 WIB,” katanya saat dikonfirmasi Kompas.com.

“Perahunya dua, digabung sound, speaker dan genset (generator set) ternyata salah satunya tidak kuat, kena getaran akhirnya miring,” ungkapnya.

AKP Imam Yuwono menyebut penyebab tenggelamnya perahu itu karena perahu tidak kuat menahan beban. Apalagi, berat sound horeg itu diperkirakan mencapai 1 ton.

 

Belum lagi, perahu itu juga dinaiki oleh lebih dari 10 orang. 1O orang itu sempat berjoget saat sound system memainkan alunan musik selama melintas di bantaran Sungai Balongdowo.

“Begitu miring, alat-alatnya lighting genset, sound, sempat dievakuasi. Tidak ada apa-apa, karena tidak kuat menahan beban,” jelasnya.

“Kira-kira beratnya sound saja itu satu ton. Terus yang naiki mungkin 10-an orang. Soundnya (milik) JL Jombang kalau tidak salah,” terangnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Seluruh alat sound horeg juga telah dievakuasi menggunakan perahu karet.

“Untuk sementara sudah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa,” ucap Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihartono.

Sekadar informasi, perahu sound horeg itu tenggelam saat tradisi nyadran jelang Ramadan 2026 di Sidoarjo. Tradisi itu dilakukan selama berjam-jam dan masih berlangsung meskipun telah terjadi insiden perahu tenggelam.

Pihak kepolisian mengimbau agar warga tetap berhati-hati dan memperhatikan kapasitas muatan perahu agar kejadian serupa tidak terulang. Sebagai tambahan informasi, Nyadran merupakan tradisi yang setiap tahun digelar oleh Warga Balongdowo, Candi, Sidoarjo sebelum menyambut bulan suci Ramadan.

Tujuan tradisi Nyadran untuk mendoakan leluhur dan bersyukur kepada Tuhan. Kegiatan utamanya meliputi besik (bersih makam), ziarah kubur/tabur bunga, kirab, doa bersama/tahlilan, dan kenduri atau makan bersama.

Demikianlah kronologi perahu sound horeg 1 ton tenggelam saat tradisi Nyadran jelang Ramadan 2026 di Sidoarjo. (*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jabar Buka Kembali 47 Tambang, 29 Izin Masih Bekukan
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Datang di Saat Genting, Dejan Tumbas Siap Bantu Persis Solo Bangkit di Super League
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
4 Perilaku Orang dengan EQ Tinggi
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Daftar Tiket Pesawat Menjelang Imlek 2026, Mana yang Paling Murah?
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BEI Ungkap Hasil Pertemuan dengan FTSE Russell Soal Penundaan Rebalancing Saham RI
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.