Harga Emas Dunia Kembali Tembus Level USD5.000

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melonjak hampir 2 persen pada Senin (9/2/2026), level tertinggi dalam lebih dari sepekan.

Harga Emas Dunia Kembali Tembus Level USD5.000. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia melonjak hampir 2 persen pada Senin (9/2/2026), level tertinggi dalam lebih dari sepekan.

Kenaikan ini ditopang oleh turunnya imbal hasil riil, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), serta kembali menguatnya permintaan aset aman menjelang rilis data ekonomi penting Negeri Paman Sam.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat Ditopang Pemulihan Sektor Teknologi

Menurut data pasar, emas spot (XAU/USD) menguat 1,88 persen ke level USD5.057,77 per troy ons.

Ekspektasi inflasi AS terus melandai. Mengutip Trading Economics, inflasi konsumen satu tahun ke depan turun menjadi 3,1 persen pada Januari, sementara indikator inflasi versi Federal Reserve (The Fed) New York berada di level terendah enam bulan.

Baca Juga:
Krakatau Steel (KRAS) Hadapi Tantangan Aturan Karbon Uni Eropa

Kondisi ini menekan imbal hasil riil obligasi pemerintah AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai yang tidak memberikan imbal hasil.

Sinyal terbaru dari The Fed turut memperkuat sentimen. Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyatakan terbuka terhadap satu atau dua kali pemangkasan suku bunga.

Baca Juga:
BTN (BBTN) Berencana Ambil Alih Asuransi Binagriya

Di saat yang sama, risiko melemahnya data ketenagakerjaan dan inflasi AS pekan ini mendorong ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

Dari China, bank sentral memperpanjang pembelian emas resmi untuk bulan ke-15 berturut-turut, menopang permintaan institusional yang stabil.

Sementara itu, perundingan AS-Iran menurunkan risiko konflik jangka pendek tanpa menghapus risiko geopolitik secara keseluruhan, sehingga permintaan lindung nilai tetap terjaga.

Rebound harga juga diperkuat oleh pembangunan kembali posisi setelah aksi likuidasi akhir Januari serta masuknya kembali arus dana ke ETF emas.

“Tren pelemahan dolar kembali membuat emas menarik sebagai aset safe haven. Sejumlah analis memperkirakan kontrak berjangka emas masih memiliki ruang untuk kembali ke rekor tertinggi,” tulis ADM Investor Services, dikutip Dow Jones Newswires.

Menurut mereka, arah pergerakan emas selanjutnya sangat bergantung pada data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pekan ini, karena akan berperan besar dalam menentukan peluang pemangkasan suku bunga lanjutan.

Perak turut menguat tajam, ditutup naik sekitar 7 persen ke level USD82,06 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Francesco Bagnaia Sepakat dengan Jorge Lorenzo soal Masa Depan di MotoGP
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Rekomendasi Tes Inggris Online Diakui CPNS, BUMN, OJK dan IPDN
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Dari Ngontrak di Jakarta Berujung Jadi Pemilik Brand Lokal, Mohan Hazian Kini Terseret Dugaan Skandal Seksual
• 52 menit lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Imbau Perusahaan Terapkan WFA pada 16-17 dan 25–27 Maret 2026
• 12 menit laludisway.id
thumb
BPJPH Pastikan Kabar RI Diminta Setop Sertifikasi Halal Usai Gabung Board of Peace Hoaks
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.