18 Orang di New York Tewas Akibat Suhu Beku Terlama Sejak 1963

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

KOTA New York tengah menghadapi krisis kemanusiaan akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda sejak akhir Januari lalu. Walikota New York City, Zohran Mamdani, mengonfirmasi total 18 orang telah kehilangan nyawa akibat suhu beku yang menusuk tulang.

Fenomena ini mencatatkan sejarah sebagai salah satu periode cuaca dingin terlama di New York dalam 60 tahun terakhir. Selama 13 hari berturut-turut, suhu terus bertahan di angka 0 derajat Celcius atau bahkan jauh di bawahnya, rekor yang jarang terjadi sejak 1963.

Pada Senin waktu setempat, Mamdani melaporkan tambahan korban jiwa yang ditemukan selama akhir pekan.

Baca juga : 20 Orang Tewas Akibat Badai Salju di AS, Suhu Ekstrem Terjang Wilayah Timur

"Satu orang lagi kehilangan nyawa di jalanan kota kita. Setiap nyawa yang hilang adalah sebuah tragedi, dan kami akan terus mendoakan keluarga mereka," ujar Mamdani.

Upaya Darurat "Code Blue"

Sejak 19 Januari, otoritas kota telah mengaktifkan status darurat "Code Blue". Status ini memberikan pelonggaran kebijakan bagi tunawisma untuk mengakses rumah penampungan tanpa prosedur rumit. Sejauh ini, sekitar 1.400 orang telah ditempatkan di tempat penampungan darurat.

Pemerintah kota juga telah menambah kapasitas shelter dengan menyewa 64 kamar hotel tambahan serta mengerahkan sedikitnya 150 petugas lapangan ekstra untuk menyisir jalanan. Berdasarkan data sebelumnya, setidaknya 10 korban tewas ditemukan di area terbuka (luar ruangan), sementara penyebab kematian korban lainnya masih dalam penyelidikan.

Baca juga : BMKG: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sulut Sepekan ke Depan

Risiko yang Belum Berakhir

Meski Layanan Cuaca Nasional (NWS) memprediksi suhu akan mulai naik perlahan minggu ini, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata normal yang biasanya mencapai 4 derajat Celcius. Mamdani pun mengimbau warga untuk tetap waspada.

"Kami telah bekerja keras untuk menjaga warga New York tetap aman, dan akan terus melakukannya. Karena suhu tidak diramalkan akan berada di atas 32 derajat [Fahrenheit/0 derajat Celcius] hingga besok, dan suhu 35 derajat [Fahrenheit] bukanlah cuaca yang hangat," tegas sang walikota.

Badan Manajemen Darurat NYC memperingatkan adanya risiko keselamatan baru seiring mencairnya salju dan es. Warga diminta waspada terhadap bongkahan es yang bisa jatuh tiba-tiba dari bangunan tinggi, serta kondisi jalanan yang dapat membeku kembali pada malam hari (refreezing), yang berpotensi membahayakan pejalan kaki maupun pengendara.

Hingga saat ini, massa udara Arktik masih membawa risiko hipotermia dan radang dingin (frostbite) bagi siapa pun yang terpapar cuaca luar ruangan dalam waktu lama tanpa perlindungan memadai. (BBC/Z-2)

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MA soal Hakim Depok Kena OTT: Terima Kasih KPK, Menyakitkan tapi Bantu Bersih-bersih
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Biorefinery Cilacap Olah Jelantah Jadi Bioavtur untuk Langit Biru Indonesia
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz Dikabarkan Berencana Adopsi Anak
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Gudang Bahan Kimia di Taman Tekno Tangsel Dilalap Api, Pemadaman Butuh 14 Mobil Damkar | BERUT
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kelakuan ABG Bogor Bohongi Ortu soal Tawuran gara-gara Takut Omelan
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.