Penjualan mobil secara nasional terpuruk pada 2025. Namun, Vice Chairman Market Development Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D. Sugiarto mengatakan optimis penjualan mobil di 2026 bisa tembus 850 ribu unit.
“Kita punya proyeksi penjualan di 850 ribu unit, berarti kita kasarnya optimis ini akan membaik dibandingkan tahun 2025,” buka Jongkie kepada kumparan saat dijumpai di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Kamis (5/2/2026).
Kendati demikian, Jongkie mengungkap ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi angka penjualan mobil. Utamanya terkait pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia.
”Faktor-faktornya banyak sekali. Bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi? Pemerintah bilang 5,2 persen. Alhamdulillah kalau memang bisa begitu,” ucapnya.
Selain itu, fluktuasi suku bunga bank turut menjadi faktor penentu, lantaran berpengaruh pada aktivitas kredit kendaraan. “Suku bunga, saat ini BI Rate 4,75, kalau pertengahan tahun turun lagi, lebih bagus,” imbuhnya.
Adapun nilai tukar rupiah juga bisa menjadi faktor pemengaruh penjualan mobil. Oleh karena itu, menurut Jongkie target 850 ribu unit menjadi sebuah proyeksi dari Gaikindo, namun tetap akan terdisrupsi oleh sejumlah faktor tadi.
Melihat pasar 2025, asosiasi mencatat wholesales sebanyak 803.687 unit. Angka tersebut turun 7,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 865.723 unit.
Kondisi serupa juga tercermin pada penjualan ritel. Sepanjang 2025, penjualan dari diler ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit. Capaian tersebut turun 6,3 persen dibandingkan penjualan ritel 2024 yang berada di level 889.680 unit.
Pelemahan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja pasar.





