jpnn.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menilai pelibatan TNI dalam upaya pemberantasan terorisme perlu dibahas lebih matang, terutama terkait porsi dan kerangka hukumnya.
Walakin, Jenderal Maruli menegaskan bahwa pembahasan detail mengenai pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme berada di ranah Markas Besar (Mabes) TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan), bukan di tingkat Angkatan Darat (AD).
BACA JUGA: Pernyataan Istana soal Pelibatan TNI dalam Mengatasi Terorisme
"Itu biar saja nanti dari Mabes TNI ya, dari Kemhan. Kalau kami kan masih pembinaan Angkatan Darat. Jadi, kami tidak mengikuti detail apa yang didiskusikan tentang itu," ujar Jenderal Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Maruli secara pribadi memandang bahwa keterlibatan TNI dimungkinkan selama tetap berpegang teguh pada aturan hukum yang berlaku.
BACA JUGA: Koalisi Masyarakat Sipil Desak DPR Tolak Rancangan Perpres Pelibatan TNI Mengatasi Terorisme
Selain itu, dia menilai bahwa seluruh warga negara, termasuk TNI memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan dan mempertahankan negara.
"Kalau saya pribadi, semua warga negara punya kewajiban untuk mempertahankan, mengamankan negara, wilayah. Kalau kami mau ikut di situ, misalnya ya, kenapa tidak. Tinggal porsinya diskusikan, supaya jangan ini. Kami ikut hukum saja," tutur Maruli.
BACA JUGA: Koalisi Sipil: Draf Perpres Tugas TNI Mengatasi Terorisme Mengancam HAM hingga Demokrasi
Lebih lanjut, Maruli menyebut bahwa secara prinsip tugas pemberantasan terorisme dapat masuk dalam kategori Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Namun, dia menyebut realisasi pelibatan TNI secara langsung hingga kini belum dilakukan.
"Sebetulnya di kami ada di situ OMSP, cuma realisasinya, kan, belum. Kami kan, punya Babinsa-Babinsa untuk cegah dini, untuk segala macam. Kenapa tidak digunakan. Begitu saja sih kalau saya, pendapat pribadi saya ya," ungkapnya.
Meski demikian, Maruli memastikan bahwa isu TNI terlibat dalam pemberantasan terorisme tidak dibahas secara mendalam dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI/Polri bersama Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.(ant/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam



