GenPI.co - Founder Anabel Politik Frans Simorangkir menilai Pilpres 2029 menjadi pertarungan dinasti politik Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jokowi.
Tiga orang keturunan eks Presiden tersebut, memiliki potensi besar menjadi Cawapres pendamping Prabowo Subianto.
Mereka, yakni Agus Harimurti Yudhoyono, Puan Maharani, dan Gibran Rakabuming Raka. Ketiga poros dinasti politik itu punya karakter, basis dukungan, dan strategi berbeda.
Frans mengatakan dinasti politik Megawati Soekarnoputri, cenderung mengandalkan partai dan ideologi. Kemudian, SBY pada institusi dan kaderisasi.
“Sementara itu, dinasti Jokowi kuat pada popularitas dan akses kekuasaan,” katanya dikutip dari JPNN, Selasa (10/2).
IndexPolitica Indonesia telah melakukan simulasi cawapres. Hasilnya, AHY memiliki elektabilitas 15,75 persen, dan Gibran 12,35 persen.
Sementara itu, Puan Maharani punya elektabilitas lebih kecil. Tetapi, pengalaman politiknya jauh lebih tinggi dibandingkan dua pesaingnya.
Frans memperkirakan karakter pemilih pada Pilpres 2029, akan menilai sejauh mana kekuasaan politik didistribusikan dengan adil dan terbuka.
Dia juga menyarankan para kandidat membangun legitimasi melalui kinerja dan pengalaman terukur, untuk bisa melepas stigma dinasti politik.
“Cara keluar dari stigma dinasti, bukan melalui penyangkalan asal-usul. Kandidat harus menunjukkan rekam jejak dan kinerja yang lebijh menonjol,” ucapnya. (dil/jpnn)
Video heboh hari ini:





