BCA Pilih Jalan yang Berbeda

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan dunia perbankan ke arah digital berdampak pada berkurangnya sejumlah kantor cabang bank di Indonesia.

Masifnya digitalisasi memang memberikan kemudahan bagi industri perbankan untuk memberikan pelayanan kepada nasabah, di mana dan kapan saja.

Baca Juga :
BCA Ungkap Ancaman Penipuan Digital yang Mengintai Nasabah
Tahun Lalu Laba Bersih Meledak, BCA Digital Siapkan 4 Jurus untuk Tancap Gas di 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kantor bank umum sebesar 23.538 pada Juni 2025, atau turun 632 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bagaimana dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)?

“Di tengah pergerakan kondisi ke arah digital, kami justru menganggap layanan fisik masih penting untuk nasabah. Human touch masih diperlukan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas,” kata Senior Vice President Operation Strategy and Development BCA, Setiady, Selasa, 10 Februari 2026.

Pernyataan Setiady itu tercermin dari meningkatnya jumlah kantor cabang BCA dalam empat tahun terakhir. Jumlah kantor cabang BCA sebanyak 1.242 di 2021, dan telah meningkat menjadi 1.270 pada tahun lalu.

Ia pun menyebutkan aspek kepercayaan dan perilaku konsumen menjadi kunci dari peningkatan jumlah kantor cabang tersebut.

“Kecenderungan masyarakat Indonesia masih mempercayakan sesuatu, terutama asetnya kepada institusi yang tampak secara fisik, sehingga kehadiran kantor cabang esensial untuk mendorong kepercayaan nasabah. Selain itu, masyarakat yang membutuhkan transaksi dalam jumlah besar dapat dengan nyaman bertransaksi langsung melalui frontliner kami di kantor cabang,” ujarnya.

Pernyataan Setiady tersebut dijelaskan lebih lanjut melalui pemaparan data perkembangan komposisi frekuensi dan nilai transaksi di BCA. Setiady menguraikan bahwa saat ini sekitar 99,8 persen frekuensi transaksi di BCA telah diproses secara digital.

Artinya, secara frekuensi, kantor cabang hanya berkontribusi sekitar 0,2 persen. Namun, secara nilai atau nominal, transaksi di kantor cabang masih mengambil porsi lebih dari 30 persen.

Setiady juga mencontohkan nasabah yang bertransaksi ke kantor cabang umumnya memiliki kebutuhan terkait transaksi kompleks, misalnya advisory investasi atau kredit.

Dalam transaksi yang kompleks ini, nasabah masih memerlukan pertemuan dengan frontliner supaya mendapatkan informasi yang utuh dan personal.

Hal lain mengapa BCA terus memperluas jaringan kantor cabang, menurut Setiady, karena faktor perkembangan ekonomi regional, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Baca Juga :
5 Bank Besar RI Kena 'Sentil' Moody's, Begini Respons Menko Airlangga
BCA Gas Buyback Rp5 Triliun, Saham BBCA Kinclong di Tengah Pasar Gonjang-ganjing Pasar
Siapkan Maksimal Rp 5 Triliun, BCA Bakal Buyback Saham

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Datang di Saat Genting, Dejan Tumbas Siap Bantu Persis Solo Bangkit di Super League
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Istana Tegaskan Pimpinan OJK Harus Mahir di Bidang Keuangan, Ini Alasannya
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Kreator Konten di Lampung Pura-pura Mati saat Diperkosa 2 Pemuda
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kunjungi Pasar Cuplik Sukoharjo, Mendag Pastikan Harga dan Pasokan Stabil Jelang Ramadan
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
CKG Tembus 70 Juta Peserta, Pemerintah Gencarkan Strategi Jemput Bola
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.