EtIndonesia. Hingga pukul 00.00 waktu setempat Thailand pada 9 Februari, Partai Bhumjaithai terus memimpin dengan keunggulan besar, meraih 195 kursi dari total 500 kursi Dewan Perwakilan Rakyat. Partai oposisi, People’s Party (Partai Rakyat), memperoleh 114 kursi.
Pj Perdana Menteri Thailand sekaligus kandidat dari Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, pada malam 8 Februari mengumumkan kemenangan di kantor pusat partainya.
Anutin Charnvirakul mengatakan: “Kemenangan Partai Bhumjaithai adalah kemenangan seluruh rakyat Thailand. Terlepas dari apakah Anda memilih Bhumjaithai atau tidak, kami akan mengerahkan seluruh upaya untuk melayani rakyat Thailand.”
Kandidat perdana menteri dari People’s Party, Natthaphong Ruengpanyawut, pada 8 Februari mengakui bahwa berdasarkan hasil pemilu saat ini, People’s Party tidak dapat menjadi partai terbesar.
Partai Bhumjaithai yang dipimpin oleh Anutin mendapat dukungan dari kalangan konservatif pro-monarki Thailand. Dalam wawancara dengan media, Anutin menyatakan bahwa “nasionalisme adalah jiwa Partai Bhumjaithai”.
Menanggapi pertanyaan mengenai partai mana yang akan diajak bekerja sama untuk membentuk pemerintahan koalisi, Anutin mengatakan bahwa Partai Bhumjaithai akan menunggu hasil resmi pemilu terlebih dahulu sebelum mengundang partai lain untuk bergabung dalam pemerintahan koalisi.
Pemilu kali ini berlangsung di tengah situasi politik Thailand yang tidak stabil. Dalam kurun waktu tiga tahun, negara tersebut telah mengganti tiga perdana menteri. Sebelumnya, konflik perbatasan dengan Kamboja menyebabkan 149 orang tewas, dan kedua negara saat ini mempertahankan perjanjian gencatan senjata yang rapuh.
Akibat ketidakstabilan politik dan kurangnya reformasi struktural, perekonomian Thailand mengalami stagnasi dan inflasi tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilih dan investor asing. People’s Party mengusung agenda perubahan menyeluruh terhadap status quo dan bersaing ketat dengan Partai Bhumjaithai yang berhaluan konservatif.
Saat ini proses penghitungan suara masih terus berlangsung, dan hasil resmi pemilu diperkirakan akan diumumkan dalam waktu 60 hari setelah pemungutan suara.
Laporan gabungan oleh jurnalis New Tang Dynasty Television, Jin Shi.





