JAKARTA, KOMPAS.TV - Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo Subianto menempuh strategi berbeda pada awal masa pemerintahannya dengan mengedepankan kebijakan populis yang menyasar kelompok paling rentan.
Hal itu disampaikan Dahnil dalam wawancara program Sapa Indonesia Pagi, Selasa (10/2/2026).
Menurut Dahnil, langkah tersebut tergolong paradoks jika dibandingkan dengan pola umum dalam siklus ekonomi-politik pemerintahan.
Baca Juga: Survei Indikator Politik: 79,9 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo
“Seperti disampaikan, memang Pak Prabowo melakukan apa paradoksal dalam konteks ekonomi politik. Biasanya memang 5 tahunan itu siklus ekonomi politik, tahun-tahun pertama itu adalah kebijakan-kebijakan non populer, yang tidak populis. Tapi Pak Prabowo melakukan hal yang sebaliknya,” ujar Dahnil.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas akses bagi masyarakat yang selama ini dinilai paling membutuhkan perhatian, mulai dari kelompok miskin hingga mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pangan.
Salah satu program utama yang disorot adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dahnil mengatakan, sekitar 40 juta anak telah menjadi penerima manfaat program tersebut, dengan target meningkat hingga 80 juta penerima pada akhir tahun.
Selain itu, pemerintah juga disebut telah memberikan akses pemeriksaan kesehatan gratis kepada sekitar 40 juta orang serta menggulirkan berbagai program perumahan bagi masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, Dahnil menambahkan, pemerintah turut menaruh perhatian pada sektor produksi pangan dan kesejahteraan pelaku usaha kecil di bidang tersebut.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- strategi populis prabowo
- kebijakan populis prabowo
- gerindra soal prabowo
- makan bergizi gratis prabowo
- program sosial prabowo
- dahnil anzar simanjuntak




