Kesaksian Warga soal Jalan Matraman Raya yang Berlubang: Sering Makan Korban

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Warga di sekitar Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, mengungkapkan kondisi jalan berlubang di kawasan tersebut sudah lama terjadi dan kerap memicu kecelakaan, terutama saat musim hujan.

Kondisi itu kembali disorot setelah seorang pelajar SMKN 34 Aldi Syahputra meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di lokasi tersebut, Senin (9/2) pagi.

Ade (54), warga Kesatrian, Matraman Raya, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek, mengatakan kerusakan jalan di titik tersebut berulang, meski sudah beberapa kali ditambal.

“Memang kalau hujan suka gitu, entar ditambalnya, kebongkar, lobang lagi. Kalau kena hujan entar aspal rontok pada berlubang lagi, nggak bakal lama,” kata Ade saat ditemui kumparan di lokasi, Selasa (10/2).

Menurut Ade, kecelakaan di ruas jalan itu bukan hal baru. Ia menyebut sudah sering melihat pengendara terjatuh akibat lubang di jalan, meski sebelumnya hanya menyebabkan luka-luka.

“Ya, kecelakaan sih emang sering orang pada jatuh, pada luka-luka. Ini baru kemarin aja itu yang fatal sampai meninggal anak sekolah,” ujarnya.

Ia juga menilai kondisi jalan tersebut cukup membahayakan, terutama pada jam-jam sibuk saat warga berangkat dan pulang kerja.

“Sering membahayakan, sering bukan sekali dua kali kejadian di sini, sering kejadian,” ucap Ade.

Hal senada disampaikan Khairil Anwar (60), pedagang kopi yang mengaku melihat langsung kecelakaan yang menewaskan pelajar tersebut. Ia menyebut korban terjatuh setelah berusaha menghindari atau melintasi lubang di jalan.

“Pas mau hindari lubang atau kena lubang dia hilang keseimbangan, jatuh tuh keseret. Kepalanya kena aspal,” kata Khairil.

Khairil memastikan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal dan tidak melibatkan kendaraan lain.

“Nggak ada sepi, jatuh sendiri dia. Hindarin lubang atau kena lubang dia gitu,” ujarnya.

Ia menambahkan, lubang di jalan tersebut memang kerap muncul saat musim hujan. “Kalau lagi musim hujan, bolong, tambal, hujan, bolong, tambal. Kalau lagi musim kemarau sih nggak, normal,” kata Khairil.

Khairil berharap pemerintah melakukan perbaikan permanen agar kecelakaan serupa tak terulang.

“Khususnya saya sih penginnya harus dicor jalan dari sini. Jadi nggak ini, kalau dicor kan kekuatannya lama, aman, kuat,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, dari arah Jatinegara menuju Matraman, sejumlah titik jalan berlubang memang telah dilakukan penambalan. Namun, permukaan jalan tampak bergelombang dan tidak rata, sehingga berpotensi membahayakan pengendara, terutama sepeda motor.

Sebelumnya diberitakan, Aldi tewas akibat kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin pagi (9/2) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban diduga terjatuh dari sepeda motornya akibat jalan yang licin dan berlubang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Relawan Jokowi vs Kubu Roy, usai Salinan Ijazah Jokowi Dibuka KPU: Publik Harusnya Sudah cerdas
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Kemensos Beri Santunan untuk Keluarga Marinir Korban Longsor Cisarua
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Pengemudi Ojol, Pekerjaan Sementara yang Terlalu Panjang
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Preview Liga Primer Inggris: Tottenham Hotspur vs Newcastle United, Duel Dua Tim Terluka di London Utara
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Brutal! Oknum ASN Hajar 4 Karyawan SPBU hingga Terkapar, Begini Kronologinya
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.