tvOnenews.com - Bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, dikabarkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan manajemen Al Nassr untuk kembali memperkuat tim.
Langkah tersebut diambil setelah Ronaldo melakukan aksi mogok main yang cukup menyita perhatian dalam dua pertandingan terakhir secara berturut-turut, yakni saat Al Nassr menghadapi Al Riyadh dan laga krusial melawan Al Ittihad.
Ketidakhadiran sang kapten di lapangan sempat memicu spekulasi besar mengenai masa depannya di Arab Saudi.
- Instagram/alnassr
Keputusan Ronaldo untuk mengakhiri aksi mogok ini dipicu oleh langkah manajemen yang berkomitmen untuk menyelesaikan pembayaran gaji karyawan klub yang sempat tertunda.
"Bintang Portugal Cristiano Ronaldo, kapten tim utama Al Nassr, menerima janji dari manajemen klub untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu sebagai langkah untuk memulihkan stabilitas klub,menurut sumber yang dekat dengan surat kabar Arriyadiyah."
Sumber yang sama menyatakan bahwa tunggakan gaji yang belum dibayar kepada karyawan klub akan diselesaikan dalam beberapa hari mendatang," tulis Arriyadiyah, dikutip pada Selasa (10/2/2026).
- X/AlNassrFC
Guna memastikan ketegangan serupa tidak terulang di masa depan, manajemen Al Nassr memberikan jaminan strategis yang cukup signifikan.
Dilansir Arriyadiyah, jaminan yang paling menonjol adalah pengembalian wewenang administratif dan keuangan sepenuhnya kepada dua sosok kepercayaan asal Portugal, yaitu CEO Jose Semedo dan Direktur Olahraga Simao Coutinho.
Tak sampai situ saja, laporan yang sama juga menyebutkan bahwa ketua dewan direksi dalam struktur manajemen Al Nassr juga akan dipecat.
"Janji yang paling menonjol termasuk mengembalikan wewenang administratif dan keuangan kepada CEO asal Portugal Jose Semedo dan rekan senegaranya, Direktur Olahraga Simao Coutinho."
"Diharapkan beberapa hari mendatang akan membawa perubahan besar pada struktur administratif, yang bahkan mungkin termasuk pemecatan Abdullah Al-Majed, Ketua Dewan Direksi, sebagai bagian dari serangkaian langkah yang diusulkan untuk mengatasi ketegangan internal," sambung laporan Arriyadiyah.
Krisis gaji dan birokrasi jadi akar permasalahan mogok main




