Kerry Riza Sebut Pertamina Untung Rp 17 Triliun dari Penyewaan Terminal BBM OTM

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Beneficial owner PT Orbit Terminal Merak (OTM), Muhammad Kerry Adrianto Riza membeberkan keuntungan yang diperoleh Pertamina dari penyewaan terminal BBM milik OTM.

Hal itu disampaikan Kerry saat dihadirkan sebagai saksi mahkota dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 9 Februari 2026.

Baca Juga :
Kerry Adrianto: Pulang untuk Membantu Negara, Malah Dikasuskan
Pertamina Gandeng Kelurahan dan Komunitas Bangun Ekosistem Safety

Dalam persidangan, Kerry menjelaskan bahwa ahli keuangan Renato Sitompul sebelumnya menyebut keuntungan Pertamina dari penyewaan terminal BBM OTM mencapai US$ 524 juta selama 10 tahun. Namun, menurut Kerry, di luar keuntungan tersebut Pertamina juga memperoleh efisiensi operasional dari distribusi BBM.

Berdasarkan kajian Surveyor Indonesia tahun 2023, efisiensi distribusi mencapai sekitar Rp 145 miliar per bulan. Jika dihitung sepanjang 2020–2025, penghematan itu setara dengan Rp 8,7 triliun.

"Di dalam studi Surveyor Indonesia yang mereka kerjakan di tahun 2023, mereka juga bilang bahwa OTM itu memberikan efisiensi distribusi sebanyak Rp 145 miliar per bulan, apabila penghemeatan di tahun 2020-2025 itu berarti efesiensi senilai Rp 8,7 triliun dari distribusi dan ditotal dapat Rp 17 triliun," katanya.

Ia menegaskan, angka Rp 17 triliun tersebut mencerminkan keseluruhan manfaat yang diperoleh Pertamina dari penyewaan terminal BBM OTM, baik dari sisi keuntungan langsung maupun efisiensi distribusi.

“Artinya apa? OTM ini sangat bagus buat Indonesia,” tambahnya.

Kerry menyebut motivasinya menawarkan terminal BBM OTM kepada Pertamina bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Kehadiran terminal ini, menurutnya, mampu mengurangi ketergantungan Pertamina terhadap pasokan BBM dari Singapura yang relatif lebih mahal.

Sebelum adanya OTM, pelabuhan di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa Barat terbatas pada kapal kecil, sehingga impor BBM terpaksa bergantung pada Singapura agar biaya angkut tetap masuk akal.

Kini, dengan dermaga OTM yang mampu menampung kapal raksasa sekelas 110.000 DWT, Indonesia bisa mengimpor langsung dari luar Singapura dengan biaya per barel yang jauh lebih murah.

Minyak tersebut kemudian didistribusikan kembali ke dermaga-dermaga kecil di Sumatera, Kalimantan dan Jawa Barat, memastikan akses energi murah merata sekaligus memutus ketergantungan pada hub Singapura.

Baca Juga :
Laris Manis di Inacraft 2026, Produk UMKM Binaan Pertamina Dicari Buyer Asing hingga Transaksi Tembus Miliaran
Pengacara Kerry Riza Bantah Ada Pengaturan Penyewaan Kapal: Pertamina yang Butuh
Kuasa Hukum Kerry: Pertamina Untung US$ 524 Juta dalam 10 Tahun dari Sewa Terminal BBM PT OTM

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Inginnya Dirut DSI Lepas Status Tersangka karena Mau Balikin Dana
• 16 jam laludetik.com
thumb
Rudy Susmanto Tetapkan Desa Gunung Putri Jadi Prototipe Desa Percontohan
• 15 jam laludisway.id
thumb
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1.748 Botol Arak Bali di Bakauheni, Lampung
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Eksklusif Albanese: Diplomasi Keamanan, Board of Peace & Anak di Dunia Digital
• 22 jam lalunarasi.tv
thumb
Xpeng Pamer Teknologi AI di IIMS 2026, dari Horse Power ke Brain Power
• 16 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.