VIVA – Manchester United memilih fokus penuh pada performa tim ketimbang mengejar pemasukan instan. Rencana tur singkat ke Timur Tengah yang sempat digadang gadang sebagai laga uji coba bernilai jutaan pound akhirnya ditarik mundur. Keputusan ini sekaligus menutup peluang publik melihat Cristiano Ronaldo bertemu kembali dengan mantan klubnya.
Mengutip laporan The Times, manajemen MU sebelumnya mempertimbangkan satu pertandingan persahabatan di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari agenda komersial klub. Bahkan pada awal musim, pelatih Ruben Amorim sempat menilai tur seperti itu nyaris tak terhindarkan demi pemasukan tambahan.
Namun situasi berubah ketika Michael Carrick mengambil alih kursi pelatih sementara. Di bawah arahannya, fokus tim sepenuhnya dialihkan ke pemulihan kondisi fisik dan peningkatan performa di Premier League. Ketertarikan klub terhadap laga ekshibisi tersebut pun mereda.
Sebenarnya jadwal MU cukup longgar. Setelah menghadapi West Ham, mereka memiliki jeda hingga 13 hari sebelum pertandingan berikutnya melawan Everton, menyusul tersingkirnya Setan Merah dari Piala FA. Celah waktu ini awalnya dianggap momen ideal untuk menggelar laga komersial.
Jika rencana itu terealisasi, MU berpotensi berhadapan dengan Al Nassr, klub yang kini dibela Ronaldo di Arab Saudi. Artinya, duel reuni emosional sang megabintang dengan Old Trafford batal terjadi.
Carrick tampaknya tak ingin mengambil risiko mengorbankan momentum tim. Keputusan tersebut terbukti masuk akal. Performa MU justru menanjak. Mereka menyapu bersih empat kemenangan terakhir di Premier League dan kini menempati posisi keempat klasemen. MU unggul satu poin dari Chelsea dan terpaut 12 angka dari Arsenal di puncak.
- Manchester Evening News
Pelatih asal Inggris itu menilai minimnya jadwal akibat tak bermain di kompetisi Eropa dan tersingkir lebih cepat dari Piala FA memberi keuntungan tersendiri. Skuad punya lebih banyak waktu berlatih, terutama untuk membenahi organisasi pertahanan. Hasilnya mulai terlihat lewat dua clean sheet dalam empat laga terakhir.
Carrick menilai situasi tersebut sangat positif karena tim tak selalu harus mencetak banyak gol untuk menang. Menurutnya, MU sudah punya kualitas untuk menyulitkan lawan, menciptakan peluang, dan mencetak gol. Kini yang terpenting adalah menemukan keseimbangan permainan. Ia juga menekankan bahwa perbaikan tak bisa instan hanya dalam hitungan beberapa pekan.





