No Forest, No Future! Konsolidasi Pemimpin Lintas Iman di Workshop IRI Indonesia

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Di tengah tekanan deforestasi dan krisis iklim yang kian menggerus ruang hidup masyarakat, Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia menegaskan langkah strategis memasuki Fase 3 gerakan perlindungan hutan tropis. Penegasan itu mengemuka dalam Workshop Visi, Strategi, dan Perencanaan Program IRI Indonesia Fase 3 yang berlangsung pada 9–11 Februari 2026 di Jakarta.

Forum ini mempertemukan pemimpin lintas agama, tokoh masyarakat adat, ilmuwan, organisasi masyarakat sipil, mitra internasional, serta perwakilan pemerintah. Lebih dari sekadar pertemuan teknis, workshop ini menjadi ruang konsolidasi moral dan strategis untuk memperkuat perlindungan hutan tropis sekaligus pemajuan hak-hak Masyarakat Adat.

Baca Juga
  • Sarjana Menganggur di Tengah Bonus Demografi
  • Tidak Mudah, tapi Bukan Halangan: Kisah Lulusan Terbaik Unej yang Menaklukkan Batasan Ekonomi
  • Anaknya Meninggal Ditabrak di Chinatown Singapura, Begini Nasib Sang Ibu WN yang Ikut Tertabrak

Fasilitator Nasional IRI Indonesia, Hening Parlan, menegaskan, Fase 3 merupakan momentum penting untuk meneguhkan identitas IRI Indonesia sebagai bagian dari gerakan global yang bekerja dengan pendekatan khas Indonesia. “IRI Indonesia adalah forum prakarsa lintas iman yang bekerja bersama sains, masyarakat adat, dan mitra kebijakan. Fokus kami ke depan bukan hanya banyaknya kegiatan, tetapi dampak yang nyata dan bisa dikawal bersama,” ujar Hening.

Indonesia masih menyimpan sekitar 120 juta hektare hutan tropis, namun dalam dua dekade terakhir kehilangan jutaan hektare hutan primer akibat ekspansi industri ekstraktif, kebakaran hutan, dan lemahnya tata kelola. Dampaknya tidak hanya mempercepat krisis iklim, tetapi juga memicu konflik lahan dan mengancam keberlanjutan hidup masyarakat adat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kawasan hutan pinus ramai pengunjung di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (25/12/2024). Saat musim liburan Natal dan tahun baru atau Nataru, tempat wisata alam di Bandung Barat dipadati wisatawan. Diperkirakan pengunjung akan terus meningkat hingga momen pergantian tahun. - (Edi Yusuf)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Transformasi 22 RS di daerah terpencil rampung 2026
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Mahal di Awal, Tapi Lebih Hemat di Akhir! Ini Tips Memilih Kompresor Kulkas yang Tepat
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mensesneg Tegaskan Penghapusan Tunggakan BPJS Tak Perlu Tunggu Perpres
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Cabang ke-7 Cardea Resmi Dibuka di Pekanbaru dengan Konsep Movement-Based Care
• 19 jam laludisway.id
thumb
Xiaomi Masuki Tahap Akhir Distribusi HyperOS 3, Ini Daftar Perangkat yang Kebagian Update
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.