DPR RI telah memutuskan nama calon anggota Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (BS LPS) untuk mengisi kekosongan satu kursi saat ini.
LPS telah menyampaikan kekosongan anggota BS LPS sejak 17 Oktober 2025 lalu. Saat itu, Farid Azhar Nasution mengundurkan diri dari jabatan Anggota BS LPS.
Nama Taufikurrahman terpilih dan sudah disetujui Rapat Paripurna DPR RI padaRapat Paripurna Ke-13 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Parlemen, Jakarta pada Selasa (10/2).
“Apakah laporan Komisi XI DPR RI atas hasil uji kelayakan calon anggota Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan sisa masa jabatan periode 2023-2028 dapat disetujui?,” kata Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa.
“Setuju,” jawab peserta sidang.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Hanif Dakhiri, menjelaskan pemilihan Taufikurrahman sudah disetujui oleh Komisi XI. Nantinya, ia akan menjadi anggota BS LPS hingga tahun 2028.
Hanif juga menjelaskan pemilihan tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan yang menjadi atensi Komisi XI.
“Dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan memiliki integritas, kompetensi, dan rekam jejak profesional yang memadai, serta yang bersangkutan dipandang memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap tugas, fungsi, dan peran strategis Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (BS LPS),” ujar Hanif.
Sebelumnya pada Kamis (5/2), Komisi XI memang sudah menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon anggota BS LPS.
Adapun tes tersebut saat itu diikuti oleh 10 orang kandidat yakni Intan Nur Rahmawati, Novriansah, Vivi Adeyani Tendean, Didik Mardiyono, Fajar Agustiana, Sofredi Ansyah, Taufikurrahman, Rachmat M Purba, Bambang Prijambodo, dan Aribowo.
Dalam kerjanya, BS LPS merupakan alat untuk membantu DPR dalam fungsi pengawasan, meningkatkan kinerja, akuntabilitas, independensi, transparansi, dan kredibilitas kelembagaan terhadap. Adapun BS LPS dibentuk berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK.
Profil Taufikurrahman
Taufikurrahman memulai pendidikan tinggi untuk gelar Diploma Akuntansi di Politeknik Keuangan Negara STAN dan lulus pada 1995. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Indonesia dan lulus pada 1999.
Setelah itu, ia melanjutkan studi Magister Akuntansi Manajemen di Universitas Indonesia, yang diselesaikan pada 2005. Ia juga menempuh pendidikan Executive Education Financial Technology University of Oxford, Inggris dan menyelesaikan program tersebut pada 2018.
Terkait karir, Taufikurrahman pernah menduduki beberapa posisi di perusahaan swasta maupun BUMN. Ia pernah menjadi Vice President Marketing di Pertamina Patra Niaga dsri 2011-2012, selain itu ia juga pernah menjadi Executive Vice President & CDD di PT KAI.
Rekam jejak terakhir menunjukan Taufikurrahman merupakan President & Chairman dari Infrastructure.id sejak tahun 2018. Sebelum itu, ia juga merupakan Dewan Pakar di Komisi Pengawas Persaingan Usaha sejak 2024 hingga saat ini.
Dalam dunia pendidikan, ia juga sempat menjadi dosen pengajar di STAN selama 25 tahun lebih dari 1995-2020.





