Seorang pria yang merupakan pegawai kecamatan di Kabupaten Tuban berinisial J menganiaya empat pegawai SPBU. Dia mengamuk, menyerang korban satu per satu. Aksinya terekam CCTV di lokasi.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan, mengatakan peristiwa itu terjadi di SPBU Desa Parangbatu, Kecamatan Perengan, Kabupaten Tuban, Sabtu (7/2) sekitar pukul 18.24 WIB.
Mulanya, korban pertama berinisial VPF tengah bertugas mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan pelanggan. Kemudian, datang pelaku menggunakan mobil berwarna hitam untuk mengisi BBM.
"Pada saat korban sedang melakukan pengecekan terhadap stok BBM diduga dari hasil pantauan CCTV terlapor tidak sabar kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban pertama yang berinisial VPF," kata Bobby kepada wartawan, Selasa (10/2).
Kemudian, korban kedua berinisial AN menghampiri mereka berusaha untuk melerai. Namun, pelaku juga menyerang AN di bagian perut. Selanjutnya, datang lagi korban ketiga berinisial P.
"Datang juga bermaksud untuk melerai namun terlapor langsung memukuli dan menendang saksi P hingga saksi P jatuh telentang," ucapnya.
Korban terakhir berinisial R juga menghampiri dengan bermaksud melerai, namun dipukul wajahnya oleh pelaku.
Peristiwa itu pun kemudian dilaporkan di polsek terdekat dan diteruskan ke Polres Tuban. Pihak kepolisian lalu memeriksa para korban dan saksi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Polisi saat ini tengah memburu pelaku pemukulan.
"Setelah diterima berkasnya, laporannya oleh Polres dan akan segera kami akan tindak lanjuti. Kemudian juga kita akan melakukan peningkatan status dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Kemudian juga kita akan melakukan penyitaan terhadap barang-barang bukti. Selanjutnya kita akan proses sesuai SOP," katanya.
Sementara, kata Bobby, para korban juga telah melakukan visum dan telah menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Kondisi korban kemarin oleh Polsek sudah dilakukan pemeriksaan awal, kemudian juga dilakukan visum et repertum. Sudah diperiksa juga di Polsek dalam tahap penyelidikan. Alhamdulillah (korban) masih bisa kegiatan sehari-hari," ucap dia.





