OJK Dorong Konsep Indonesia Incorporated Demi Geber Penyaluran Kredit

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang penyebab rendahnya penyaluran kredit perbankan bukan soal keterbatasan likuiditas, melainkan belum kuatnya permintaan (demand) kredit yang berkelanjutan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, hal itu tecermin dari masih besarnya kredit yang belum tersalurkan (undisbursed loan) yang mencapai sekitar Rp2.400 triliun.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mencatat kredit nganggur di bank mencapai Rp 2.450,7 triliun atau setara 22,97% dari plafon kredit. Dengan demikian, nilai undisbursed loan pada mengalami kenaikan sebesar Rp 58,7 triliun.


Baca: Bos OJK Ungkap Alasan Bank Susah Salurkan Pinjaman Hingga Rp2.400 T

Namun, Dian menilai jika dilihat dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, undisbursed loan yang besar justru menunjukkan adanya komitmen dunia usaha untuk menyerap kredit, namun belum didukung ekosistem kebijakan yang terintegrasi.

"Tetapi kalau kita melihat perspektif lain itu komitmen para pengusaha untuk kemudian bisa disburse loan. Saya melihatnya gini dari persoalan-persoalan disinggung, saya kira kita jadi ketemu persoalannya adalah bagaimana kita bisa menciptakan demand kredit yang signifikan," ujarnya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dian mengungkapkan, pentingnya pendekatan Indonesia Incorporated, yakni orkestrasi kebijakan lintas sektor agar seluruh elemen ekonomi bergerak dalam satu arah. "Bagaimana saya jadi inget konsep dan itu saya kira saya yakin bisa dilakukan yaitu incorporated," ungkapnya.

Menurutnya, tanpa koordinasi yang kuat, pertumbuhan ekonomi dan pembiayaan sulit mencapai potensi optimal.

"Jadi kalau kita bisa mewujudkan Indonesia Incorporated, semua simpang siur, Indonesia bisa kemudian istilahnya di orchestrated. Jadi komitmen bersama itu paling penting," jelasnya.

Dian menilai, strategi industri, kebijakan investasi, dan kebijakan pembiayaan harus diselaraskan untuk menciptakan permintaan kredit yang berkesinambungan. "Jangan sampai kemudian satu sektor itu seluruh tidak akan nyampe-nyampe. Jadi startegi industri kita, gimana ini jadi stategy industrial policy kita, investment policy kita, untuk gimana demand yang sustainable, imbuhnya.

Dian menyebut, negara-negara seperti Korea, Jepang, dan Singapura menerapkan pendekatan serupa.

"Artinya tidak bisa jalan masing-masing. Inilah yag harus diciptakan. Walaupun saya tau tatangan kita. Tapi ini worth to do karena tanpa yang jelas dont expectt to much perekonomian kita bisa bertumbuh. Financing ini sangat penting tetapi tadi kalau itu kita cukup," sebutnya.

Dian menambahkan, tidak ada pilihan lain selain mendorong pendekatan Indonesia Incorporated. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator hingga pelaku usaha, perlu meninjau ulang kebijakan masing-masing dan memastikan arah yang dituju sama.

"Tadi 2400 masih ada uang. Nah kalau itu tidak dipake ga akan jalan. Nah ini yang simpel. Atasi persoalan ini secara lebih sistemik jadi pendekatan kita lebih Indonesia incorporated. Gak ada pilihan lain jadi semua orang harus review kebijakan kemudian dia akan ke mana," tutupnya.


(rob/fsd)
Saksikan video di bawah ini:
Video: OJK Catat Kredit "Nganggur" di Bank Tembus Rp 2.439 Triliun

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waspada Virus Nipah, Warga Pamekasan Diperingatkan Tak Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Pemantauan Hilal Awal Ramadan di DIY Dipusatkan di Bantul pada 17 Februari
• 40 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Pria Ditemukan Meninggal Dunia dengan Kepala Terbungkus Plastik di Lampung, Apa Kata Kriminolog?
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Merry Riana Usai Dapat KTA Demokrat: Seperti Hari Pernikahan
• 17 jam laludetik.com
thumb
Singapura Catat Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen pada 2025
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.