Petugas Jemput Bola untuk Cek Kesehatan Gratis: ke Kantor, Sekolah hingga Pabrik

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah menyempurnakan skema program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Jika sebelumnya warga harus mendatangi puskesmas dan menunggu momen ulang tahun, kini petugas kesehatan aktif menjemput bola alias mendatangi warga.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan perubahan skema ini dilakukan agar layanan CKG semakin mudah diakses masyarakat. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan deteksi penyakit dilakukan sedini mungkin.

“Pelayanannya lebih aktif bukan hanya di Puskesmas tetapi juga kita mendatangi tempat di mana warga beraktivitas, di kantor, di sekolah, di pabrik dan lain-lain ini kan menjadi aktif,” ujar Pratikno saat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).

Pratikno menyebut, program CKG yang telah berjalan satu tahun ini sudah dimanfaatkan lebih dari 70 juta masyarakat. Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan tidak lagi dibatasi waktu tertentu.

“Sekarang layanannya kan tidak semata-mata menunggu ulang tahun, setiap saat bahkan juga layanannya bukan hanya di Puskesmas ya tetapi juga ada di kantor, di sekolah, di pabrik dan lain-lain,” katanya.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Lucia Rizka Andalusia, menambahkan CKG memang dirancang agar hadir langsung di tempat masyarakat beraktivitas. Dengan skema ini, warga punya opsi selain harus datang ke fasilitas kesehatan.

“CKG hadir di tempat masyarakat beraktivitas. Artinya bukan hanya harus ke Puskesmas saja, bisa di tempat kerja, sekolah udah pasti ya, kemudian tempat-tempat organisasi berkumpul dan sebagainya itu bisa dilakukan CKG,” jelas Lucia.

Ia juga menekankan, pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak bersifat sekali seumur hidup dan dilakukan secara rutin setiap tahun.

“CKG ini teman-teman, masyarakat kita minta untuk tidak hanya sekali saja ya setiap tahun diulang gitu,” ujarnya.

Selain memperluas jangkauan lokasi, layanan CKG tahun kedua juga dilengkapi dengan tambahan pemeriksaan berdasarkan pola penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat.

“Ada penambahan pemeriksaan untuk scabies, kusta dan frambusia,” kata Lucia.

Tak hanya menemukan kasus, pemerintah juga memastikan adanya tindak lanjut dari hasil pemeriksaan.

“CKG bukan hanya menemukan kasus ya tapi kita juga melakukan tata laksana, tindak lanjut dari hasil CKG,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cilandak Sunersi Handayani menyatakan pihaknya aktif mendatangi komunitas warga dengan menggandeng tokoh masyarakat setempat.

“Kami bekerja sama dengan tokoh masyarakat, Pak Camat, Pak Lurah, Pak RW untuk kami yang mendatangi tempat-tempat di mana warga beraktivitas,” ujar Sunersi.

Ia menambahkan, jika ditemukan masalah kesehatan seperti hipertensi, pasien langsung ditangani di puskesmas.

“Pasien akan kami tata kelola dengan obat-obatan kemudian konsultasi gizi dan juga arahan dan rekomendasi lain sesuai dengan prosedur tata laksana penyakitnya,” tuturnya.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan penerima manfaat CKG mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun 2026 targetnya 130 juta, 136 juta,” kata Lucia.

Dengan skema baru ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan CKG tanpa hambatan waktu maupun lokasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bulog Salurkan 12 Ton Beras untuk Korban Banjir Pemalang
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Bansos BPNT Hanya Sampai Desil 4, Ini Cara Ubah Peringkat Desil di DTSEN
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Jangan Seperti Bapak Tayang 12 Februari, Zee Asadel Jadi Gadis yang Berbeda
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tersambar Petir Saat Berteduh, Dua Petani di Sleman Meninggal
• 28 menit lalutvrinews.com
thumb
TNI Siapkan Pasukan Perdamaian untuk Gaza, Fokus Kesehatan dan Zeni
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.