Banyak ibu merasa cemas ketika ASI tidak keluar setelah melahirkan. Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah anggapan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan risiko kanker.
Namun ternyata anggapan tersebut adalah mitos, Moms! Menurut dokter yang juga konselor laktasi, dr. Ameetha Drupadi, CIMI, hingga saat ini belum ada jurnal ilmiah yang menjelaskan hal ini.
“Kalau hubungan antara ASI yang tidak keluar dengan kanker itu sebenarnya belum ada jurnal yang mengatakan seperti itu,” ujar dr. Ameetha dalam acara Edukasi Prenatal & Postnatal Spa Treatment di Jakarta Pusat, Kamis (5/2).
Kehamilan dan Menyusui Justru Bisa Cegah Kanker!Menurut dr. Ameetha, justru kehamilan dan menyusui diketahui memiliki efek protektif bagi tubuh ibu. Dari berbagai literatur yang ia pelajari, ibu yang tidak pernah hamil disebut memiliki risiko kanker tertentu yang lebih besar dibandingkan ibu yang pernah hamil dan menyusui.
Ya, Moms, hal ini karena proses menyusui dapat membantu menurunkan risiko kanker, terutama kanker payudara dan ovarium.
“Jadi menyusui itu bisa mengurangi risiko terkena kanker,” imbuhnya.
Lalu bagaimana jika seorang ibu sudah hamil, ASI sudah keluar, tetapi bayi tidak dapat menyusu karena kondisi tertentu, misalnya bayi meninggal setelah lahir?
Dalam situasi ini, dr. Ameetha menegaskan bahwa ASI tetap perlu dibantu untuk dikeluarkan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan, seperti bendungan ASI atau infeksi. Namun, kondisi tersebut juga tidak selalu berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.
Jadi, ibu disarankan untuk tidak panik, serta tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi masing-masing.





